Leluhur marga Hutasoit adalah Borsak Bimbinan, putra bungsu Toga Sihombing. Keturunan lainnya berturut-turut dari yang paling tua, yakni Borsak Jungjungan (Silaban), Borsak Sirumonggur (Lumbantoruan), dan Borsak Mangatasi (Nababan).
Pada generasi kelima dan keenam, Hutasoit dibagi menjadi tiga turunan, yaitu Saribu Gaja dan Ompu Hundul Batu yang kemudian lagi dibagi menjadi dua, yaitu Sunggu Parbaja dan Parpati Toba. Hingga saat ini, tercatat bahwa generasi (sundut) keturunan dari Ompu Borsak Bimbinan Hutasoit (marga Hutasoit) sudah lebih dari 20 (dua puluh) generasi.
Ikatan Darah (Perjanjian) dengan Marga Lain
Hutasoit Parpatitoba memiliki Hubungan Darah dengan Sihotang marsoit Agar diketahui bahwa Sihotang Marsoit adalah Hutasoit Parpatitoba: Sihotang - Marsoit.
Sihotang Marsoit adalah anak yang dilahirkan oleh Boru Manik, istri dari Sihotang. Anak itu diberi nama Marsoit oleh ibu yang melahirkannya. Pemberian nama ini adalah sebagai kenangan baginya bahwa Marsoit itu adalah anak yang dikandung dari marga Hutasoit Parpatitoba. Hubungan Boru Manik dengan Hutasoit Parpatitoba terjadi ketika Sihotang meninggalkannya. Beberapa tahun kemudian setelah ada hubungan Boru Manik dan Hutasoit Parpatitoba, pulanglah Sihotang ke rumahnya. Demikian juga Hutasoit Parpatitoba terpaksa melarikan diri meninggalkan Boru Manik, karena perkawinan mereka tidak resmi. Sihotang menerima "Langge na do na tubu di porlakna". Langge adalah sejenis tumbuhan yang dapat berkembang sampai di luar perbatasan tanah. Tanaman itu menjadi milik dari pemilik tanah itu, walaupun bukan dia yang menanam. Mengetahui kejadian itu Sihotang Marsoit dan Hutasoit Parpatitoba merasa ada hubungan satu darah dan memutuskan Sihotang Marsoit adalah keturunan dari Hutasoit Parpatitoba.
Tokoh
Beberapa tokoh yang bermarga Hutasoit, di antaranya adalah: