putra dari: Ali saudara dari: Muhammad al-Baqir, Abdullah, Hasan, Husain al-Akbar, Zaid, 'Umar al-Asyraf, 'Abdurrahman, dan Sulaiman paman dari: Ja'far ash-Shadiq, 'Ali bin Muhammad, Muhammad bin Zaid, Isa bin Zaid, Husain bin Zaid, Yahya bin Zaid, Hasan al-Utrush bin 'Umar bin 'Ali[1]
Biografi
Nasab
Dia adalah salah seorang Bani Hasyim, putera Ali bin Husain. Maka nasabnya adalah:
Di antara keturunannya, banyak yang masih menetap di Madinah kemudian membangun Kesyarifan Madinah.[2] Ini terjadi ketika Syarif Shihabuddin Husain bin Muhanna al-Akbar Hamzah bin Dawud bin Qasim bin Ubaidillah bin Tahir bin Yahya Al-Nasabah bin Husain bin Ja'far bin Ubaidillah al-A'raj bin Husain bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib dari Klan Muhanna menjabat Syarif Amir untuk kawasan Madinah pada 1077 - 1077[2] dan diteruskan keponakannya, Syarif Mansur bin 'Imarah bin Muhanna.
Riwayat
Diriwayatkan dari Ja'far bin Muhammad bin Ali bin Husain, "Pamanku Husain adalah salah manusia yang berjalan di bumi dengan tenang, dan ketika orang bodoh mencela mereka, mereka mengatakan salam." Dari Husain bin Shalih bahwa ia berkata, "Aku sampai di Medinah dan melihat Abu Abdullah Husain bin Ali bin Husain disana, tapi aku tidak melihat ketakutannya lebih dari takut kepada Allah, seolah-olah dia dimasukkan ke dalam api dan kemudian keluar darinya karena ketakutannya yang kuat, asketisme dan kesalehan.
Referensi
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.