Hubungan Republik Rakyat Tiongkok – Belanda secara resmi dimulai pada November 1954.[1] Pada Mei 1972, misi diplomatik dinaikkan menjadi tingkat duta besar.[1]
Hubungan Republik Rakyat Tiongkok–Belanda dimulai pada 1954.[3] Karena keterlibatan pemerintah Belanda pada dua sub-kelautan di Taiwan, hubungan bilateral diturunkan pada Mei 1981 menjadi tingkat Chargé d'affaires.[1] Hal tersebut terjadi sampai 1 Februari 1984, Tiongkok dan Belanda memulihkan hubungan diplomatik penuh ketike Belanda sepakat untuk tidak melakukan perdagangan dalam hubungan untuk perangkat keras pertahanan dengan Taiwan.[1]
Ekspor Belanda untuk Tiongkok meliputi petrokimia, mesin, ekuipmen transportasi, makanan, teknolog tinggi dan bahan bakar fosil.[4] Ekspor Tiongkok untuk Belanda meliputi komputer dan elektronik konsumer, mainan dan pakaian.[4][5][6]
Pada Maret 2014, Presiden Tiongkok Xi Jinping membuat kunjungan negara Tiongkok pertama untuk Belanda dalam sejarah.[7]
Hubungan bilateral
Kedutaan Besar Belanda di Tiongkok
Perdagangan bilateral antara dua negara tersebut berlangsung selama bertahun-tahun. Belanda adalah mitra dagang terbesar ketiga Tiongkok di UE. Volume perdagangan meningkat menjadi 44.3 persen.[8] Volume perdagangan tersebut sebesar 4.6 miliar euro pada 2009.[4] Tiongkok mengekspor $36.7 miliar untuk Belanda pada 2009.[9]
Para wirausahawan Belanda menginvestasikan US$7.48 miliar dalam 824 proyek di Tiongkok.[8]
↑Author Yong Liu, (2007), The Dutch East India Company's tea trade with China, 1757–1781, Volume 6 of TANAP monographs on the history of the Asian-European interaction, BRILL, ISBN 90-04-15599-6, ISBN 978-90-04-15599-2, 277 pages, 17–89, 91–117