Pada tahun 2012, perang saudara dimulai di Republik Afrika Tengah, yang menyebabkan kedatangan pengungsi dari negara tersebut di Republik Kongo.[2] Presiden Republik Kongo, Denis Sassou Nguesso, memainkan peran penting dalam memfasilitasi negosiasi politik antara pihak-pihak yang berkonflik di Republik Afrika Tengah menjelang pemilihan umum pada akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016.
Republik Kongo telah memberikan bantuan keuangan kepada Republik Afrika Tengah, termasuk pinjaman sebesar €38 juta serta sumbangan sebesar €6 juta untuk membayar gaji. Republik Kongo juga berpartisipasi dalam misi perdamaian PBBMINUSCA dan telah mengerahkan kontingen yang terdiri dari 981 personel militer dan petugas polisi ke Republik Afrika Tengah.[3]
Pada tahun 2018, terdapat 26.403 pengungsi dari Republik Afrika Tengah di Republik Kongo.[4] Pada tahun yang sama, dengan dukungan Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi, beberapa ratus pengungsi kembali ke rumah dari kamp Betou di barat laut Republik Kongo.[5]