Hosea 7:3–16 = Dosa Israel di bidang agama dan kenegaraan
Ayat 2
"Dan tidak terpikir mereka bahwa Aku mengingat segala kejahatan mereka. Sekarangpun perbuatan-perbuatan mereka mengepung mereka, semuanya ada di hadapan wajah-Ku."[6]
Kita harus ingat bahwa Allah melihat semua pikiran dan perbuatan kita serta mencatatnya di dalam buku-Nya. Kesadaran yang tajam akan kehadiran-Nya akan mencegah kita berbuat kejahatan. Sasaran Iblis pada pihak lain, ialah membuat kita lupa bahwa Allah senantiasa memperhatikan kita.[7]
Ayat 8
Efraim mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik.[8]
Orang Israel telah bersekutu secara akrab dengan orang tidak percaya, serta menerima banyak kebiasaan mereka; akibatnya kini mereka sama sekali tidak berguna seperti kue yang setengah matang. Memang benar bahwa Allah memanggil kita untuk bersaksi kepada yang terhilang dan membantu mereka sebatas kemampuan kita, tetapi kita tidak boleh mengadakan persekutuan akrab dengan dunia, karena ada risiko kita akan menerima berbagai cara dan sikap mereka sehingga berpaling kepada dosa dan menjauh dari Allah (bandingkan Yudas 1:23).[7]
Ayat 13
Celakalah mereka, sebab mereka melarikan diri daripada-Ku! Binasalah mereka, sebab mereka memberontak terhadap Aku! Aku ini mau menebus mereka, tetapi mereka berdusta terhadap Aku.[9]
Israel memberontak terhadap Allah dengan menolak untuk berbalik kepada-Nya sebagai Oknum yang dapat menolong mereka; mereka merasa bahwa Mesir dan Asyur memberikan keamanan lebih baik daripada Tuhan Allah mereka (Hosea 7:11). Orang dewasa ini melakukan dosa yang sama ketika mencari kepuasan pribadi dalam harta milik, kegiatan atau kesenangan berdosa daripada dalam kehendak dan firman Allah.[7]
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857