Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, dan mendirikan pagar tembok mengurung dia, sehingga dia tidak dapat menemui jalannya.[8]
Allah berjanji untuk menyekat jalan orang Israel—tidak untuk memusnahkan mereka, tetapi untuk menyadarkan mereka bahwa lebih baik bagi mereka untuk berbalik kepada Allah. Selalu tepat untuk berdoa agar Allah mengirim berbagai kesulitan ke dalam hidup anggota keluarga kita yang belum selamat, supaya mereka akan belajar bahwa jauh lebih baik untuk berbalik kepada Tuhan dan kebaikan-Nya daripada tetap tinggal dalam penderitaan dosa.[9]
Ayat 10
Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya.[10]
Allah bermaksud agar hari-hari raya dan hari-hari kudus Israel menjadi saat untuk bersukacita atas berkat-berkat-Nya; namun sukacita mereka telah berubah menjadi sekadar kegembiraan dan tertawa hampa dari orang-orang yang mencari hiburan. Berbagai perayaan yang diperintahkan Allah tidak lagi menjadi perayaan Allah; sebaliknya telah menjadi perayaan Israel, sekadar pertemuan sosial yang dirayakan dengan upacara kosong.[9]
Ayat 18
Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.[11]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857