Hon lahir di keluarga Tionghoa Hakka pada 16 April 1916 di Pulau Pinang di Negeri-Negeri Selat Inggris. Ia disekolahkan di Institusi Santo Xavier, dimana ia meraih peringkat teratas dalam Ujian Sertifikat Senior Cambridge tahun 1932. Pada tahun 1935, ia memulai studi di Raffles College di Singapura dan lulus pada tahun 1938 dengan Diploma Kelas I di bidang Sains.[2]
Karir
Setelah lulus, Hon bergabung dengan Dinas Sipil Straits Settlements sebagai Hakim Pengadilan Kepolisian. Setelah itu, ia mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Kolektor Pendapatan Tanah sebelum pendudukan Jepang di Malaya dan Singapura. Setelah Perang, Hon tetap bekerja di Kantor Pertanahan dan pada tahun 1957 telah menjadi Komisaris Pertanahan. Pada tahun 1960, Hon ditempatkan di Bank Dunia untuk mengikuti kursus manajemen ekonomi, di mana ia bertemu Albert Winsemius. Winsemius memimpin Misi Survei Perserikatan Bangsa-Bangsa ke Singapura pada akhir tahun 1960 dan memainkan peran utama dalam perumusan strategi pembangunan ekonomi nasional Singapura.
Sebagai Ketua EDB, Hon memainkan peran kunci dalam implementasi strategi industrialisasi Singapura, dengan Kawasan Industri Jurong (JIE) sebagai proyek utama pertama. Terletak di lahan rawa di sebelah barat Singapura, JIE segera menjadi pusat program industrialisasi yang membentang dari pakaian dan mainan hingga petrokimia dan elektronik. Pabrik pertama di Jurong, National Iron and Steel Mill, dibuka pada 2 Agustus 1963. Pada tahun 1968, terdapat sekitar 300 pabrik yang mempekerjakan 21.000 orang di Jurong. Seiring dengan pengembangan kawasan industri, kota-kota satelit dibangun di sebelah barat Singapura, mengubah wilayah Jurong menjadi pusat pengembangan industri dan perumahan.
Pada 1968, Hon berkontribusi dalam pembentukan Bank Pembangunan Singapura (DBS) dan Intraco.[3] Selama waktunya di DBS, Hon mendukung pendirian ekonomi dollar di Asia dan kemudian memainkan peran penting dalam pembangunan industri jasa keuangan Singapura.
Karir politik
Pada 1970, Hon diangkat sebagai Menteri Keuangan Singapura menggantikan Goh Keng Swee dan menjabat di posisi tersebut selama 13 tahun sampai ia mangkat pada 1983.[4] Dalam sebuah surat yang ditulis oleh putrinya, Joan, bertahun-tahun setelah Hon meninggal, ia menulis bahwa gaji Hon adalah sebanyak $10,000 per bulan di DBS sebelum menjadi menteri, jabatan yang mengajinya sebanyak $3,000 per bulan; Pada saat ia meninggal pada 1983, gajinya sudah sebesar $14,000 per bulan.[5]
Pada 1982, Euromoney menobati Hon Sui Sen sebagai menteri ekonomi terbaik pada tahun itu.[6]
Sebagai Menteri Keuangan Singapura, Yang Terhormat mendirikan Departemen Konversi Ekonomi Pangkalan untuk mengawasi konversi dan komersialisasi lahan dan fasilitas yang ditinggalkan oleh militer Inggris setelah penarikan mereka pada tahun 1968. Hon juga memainkan peran utama dalam pengembangan industri pariwisata Singapura, dimulai dengan transformasi Pulau Blakang Mati, sebuah pulau yang sebelumnya berbenteng di lepas pantai selatan Singapura, menjadi destinasi resor di bawah nama baru sebagai Pulau Sentosa.[2]