Biografi
Lahir di Aix-la-Chapelle pada tahun 1810 (sekarang Aachen, Jerman, yang pada saat itu berada di bawah pemerintahan Prancis), ia pindah ke Paris pada usia delapan tahun setelah kematian orang tuanya. Di sana, ia bekerja di sebuah firma pelapis furnitur hingga berusia delapan belas tahun. Pada tahun 1830, ia diterima di École Polytechnique, dan pada tahun 1832 ia lulus dari École des mines.
Bekerja di bawah bimbingan Justus von Liebig di Gießen, Regnault membedakan dirinya dalam bidang kimia organik yang baru lahir dengan menyintesis beberapa hidrokarbon terklorinasi (misalnya vinil klorida pada tahun 1835,[2] diklorometana dan perkloroetilena pada tahun 1839, 1,1,1-Trikloroetana pada tahun 1838 atau 1840), dan ia diangkat sebagai profesor kimia di Universitas Lyon. Pada tahun 1840, ia diangkat sebagai ketua kimia di École Polytechnique, dan pada tahun 1841, ia menjadi profesor fisika di Collège de France.
Mulai tahun 1843, ia mulai menyusun tabel numerik yang ekstensif tentang sifat-sifat uap. Tabel-tabel ini diterbitkan pada tahun 1847, dan menginspirasi Charles Algernon Parsons untuk mengembangkan turbin uap.[3] Regnault menerima Medali Rumford dari Royal Society London dan diangkat sebagai Chief Engineer of Mines. Pada tahun 1851 ia terpilih sebagai anggota asing dari Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia. Pada tahun 1854 ia diangkat sebagai direktur pabrik porselen di Sèvres, Manufacture nationale de Sèvres. Pada tahun 1855, ia terpilih menjadi anggota American Philosophical Society.[4]
Di Sèvres, ia melanjutkan pekerjaan pada sifat termal materi. Ia merancang termometer, higrometer, hipsometer, dan kalorimeter yang sensitif, serta mengukur kalor jenis dari banyak zat dan koefisien muai panas gas. Dalam perjalanan pekerjaan ini, ia menemukan bahwa tidak semua gas memuai secara merata saat dipanaskan dan bahwa Hukum Boyle hanyalah sebuah perkiraan, terutama pada suhu yang mendekati titik didih suatu zat.
Regnault juga seorang fotografer amatir yang bersemangat. Ia memperkenalkan penggunaan asam pirogalat sebagai bahan pengembang (developer), dan merupakan salah satu fotografer pertama yang menggunakan negatif kertas. Pada tahun 1854, ia menjadi presiden pendiri Société française de photographie.
Pada tahun 1871, laboratoriumnya di Sèvres hancur dan putranya, Alex-Georges-Henri Regnault, terbunuh akibat Perang Prancis-Prusia. Ia pensiun dari dunia sains pada tahun berikutnya, dan tidak pernah pulih dari kehilangan tersebut.