Harriet Maxwell Converse (1836-1903) adalah penulis dan aktivis yang terlibat dalam pembelaan hak-hak penduduk asli Amerika.
Kehidupan awal dan pendidikan
Harriet Maxwell Converse lahir pada tahun 1836 di Elmira, New York, sebagai anak dari Thomas Maxwell. Setelah kepergian ibunya, ia diasuh dan ditempatkan di Milan, Ohio, di bawah asuhan seorang bibi. Pada tahun 1861, Harriet Maxwell melangsungkan pernikahan kedua dengan Frank Converse.[1][2]
Karier
Lima tahun setelah pernikahannya, Harriet Maxwell Converse menggeluti dunia penulisan dengan melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Amerika Serikat dan Eropa. Ia mulai menulis prosa dan puisi dengan menggunakan nama pena, hingga akhirnya pada tahun 1881 ia memutuskan untuk menulis dengan nama aslinya. Pada tahun 1883 ia menerbitkan volume puisi pertamanya yang berjudul Sheaves di New York.[1]
Sebagai seorang penulis, Harriet Maxwell Converse tidak hanya berkecimpung dalam puisi dan prosa, melainkan juga mendalami kajian sejarah dan kebudayaan penduduk asli Amerika. Di antara karya-karyanya terdapat buku-buku berisi penelitian mengenai tradisi dan kepercayaan, seperti The Religious Festivals of the Iroquois Indians dan Mythology and Folk Lore of the North American Indians.[1]
Pada tahun 1884, melalui proses formal, Harriet Maxwell Converse diadopsi ke dalam klan Seneca Snipe oleh Caroline Parker Mountpleasant, saudara perempuan Ely S. Parker. Pada tahun 1885, ia mendirikan sebuah komunitas yang dikenal sebagai Indian Colony di Kota New York, yang menggabungkan fungsi perumahan, pusat budaya, dan jaringan dukungan bagi para pribumi yang bermukim maupun berkunjung ke kota besar tersebut.[2]
Pada tahun 1891, Harriet Maxwell Converse berperan aktif dalam membantu delegasi Indian di Albany untuk menentang rancangan undang-undang yang berpotensi menghilangkan hak atas tanah mereka. Pada kesempatan yang sama, ia diundang untuk duduk dalam Six-Nation Council di Albany. Di musim gugur tahun yang sama, dalam pertemuan Six-Nation Condolence Council di Reservasi Tonawanda, Harriet secara resmi diangkat sebagai kepala suku. Dalam upacara tersebut, ia diberi nama Indian Ya-ih-wah-non, yang bermakna "duta" atau "penjaga," sebuah gelar yang menandakan peran serta tanggung jawabnya dalam menjaga hubungan antara suku dan komunitas luas.[1]
Sebagai sosok yang mendalami etnografi, Harriet Maxwell Converse mengumpulkan, mendokumentasikan, dan memperdagangkan berbagai artefak kebudayaan Iroquois. Dengan mengelola sebuah salon etnografi yang berlokasi di townhouse miliknya, ia menjadi pusat pertemuan para intelektual, seniman, dan peneliti yang tertarik mempelajari warisan budaya pribumi.[2]
Akhir hayat
Pada November 1903, Harriet Maxwell COnverse wafar akibat apopleksi. Upacara pemakamannya, yang dilaksanakan pada 22 November 1903 sesuai dengan adat istiadat Iroquois, dihadiri oleh tokoh dari kalangan pribumi maupun masyarakat putih New York. Setelah upacara pemakaman, jenazahnya dipindahkan ke Elmira untuk dimakamkan bersama suaminya.[2]