Hansel dan Gretel merupakan sebuah cerita dongeng terkenal dari Jerman. Karya ini ditulis oleh Grimm Bersaudara yang diterbitkan pada 1812. Adapun premis cerita ini berupa, Hansel dan Gretel kakak beradik yang diculik oleh seorang penyihir jahat yang tinggal di hutan. Penyihir itu memiliki sebuah rumah yang terbuat dari kue, permen, dan beragam makanan lainnya yang ternyata hanya sebuah khayalan. Dengan segala upaya yang kedua anak itu lakukan, akhirnya mereka berhasil selamat dari tipu daya penyihir jahat.
Ilustrasi oleh Arthur Rackham, 1909
Alur Cerita
Latar tempat kisah ini berada di Jerman pada abad pertengahan. Hansel dan Gretel dituliskan sebagai anak dari seorang pemotong kayu yang miskin. Ketika bencana kelaparan besar melanda wilayah tempat tinggal mereka, ibu tiri mengambil langkah membuang Hansel dan Gretel ke dalam hutan belantara, meninggalkan keduanya di sana. Tujuannya agar sang ibu tiri dan suaminya tidak berbagi makanan dan menyelamatkan diri agar tidak mati kelaparan. Ayah dari kedua bersaudara mulanya tidak tega untuk membuang darah dagingnya sendiri. Akan tetapi, pengaruh dari sang istri membuat ia setuju dengan ide gila itu. Ternyata, percakapan antara ibu tiri dengan ayah didengar Hansel dan Gretel sebelum tidur. Setelah kedua orang tuanya tidur pulas, Hansel menyusun rencana dengan mengumpulkan kerikil putih sebanyak yang ia mampu.
Keesokan harinya, Hansel dan Gretel beserta ayahnya pergi ke hutan. Diam-diam tanpa sepengetahuan ayah, Hansel menjatuhkan kerikil yang telah ia kumpulkan sebagai penanda jalan pulang ke rumah berhantu. Tiba di tempat yang telah ditentukan, sang ayah menyalakan api unggun untuk kedua anaknya. Sementara ia izin mencari kayu bakar di hutan. Setelah lama menunggu, keduanya menyadari bahwa ayah mereka tidak kunjung datang, Gretel mulai merengek, tetapi Hansel berusaha meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.Ketika malam tiba, cahaya bulan terpantul dari kerikil putih yang sebelumnya dijatuhkan oleh Hansel sepanjang jalan. Mereka mengikuti kerikil itu dan berhasil sampai di rumah keesokan harinya. Ayah mereka merasa lega dan terharu, kemudian merasa bersalah karena telah meninggalkan kedua buah hatinya di hutan.
Beberapa waktu berselang, masalah tersebut seperti hilang ditiup angin. Bencana kelaparan kembali melanda desa. Kali ini, ibu tiri kembali memaksa ayah Hansel dan Gretel untuk membuang kedua anak itu lagi ke hutan. Ia bahkan mengunci pintu rumah di malam hari sehingga Hansel tidak bisa mencari ide untuk menyelamatkan diri mereka. Hansel yang cerdik tidak kehabisan akal, ia membagi roti menjadi remahan dan menyebarkannya di sepanjang jalan. Sayangnya, burung-burung memakan remahan roti itu sehingga mereka tidak menemukan jalan pulang. Setelah mencari dan berjalan cukup lama, mereka menemukan rumah di tengah hutan yang terbuat dari kue, permen, dan beragam makanan lainnya.
Melihat rumah tersebut, Hansel dan Gretel benar-benar terpukau. Keduanya lantas memakan rumah itu karena mereka sangat lapar. Saat asyik mengunyah, seorang wanita keluar dari rumah tersebut, mengundang mereka masuk. Ia sosok yang ramah dan hangat. Kemudian menawarkan makanan serta tempat untuk berlindung. Setelah memberi mereka makan, penyihir itu menjebak Hansel dan Gretel. Ia memaksa Hansel dan Gretel melakukan pekerjaan rumah setiap hari. Sang penyihir terus-menerus memberi makan agar Hansel dan Gretel bertambah gemuk. Penyihir itu berniat jahat, ia akan memakan Hansel dan Gretel.
Hari yang dinantikan pun tiba. Penyihir itu akhirnya memutuskan untuk memakan kedua anak yang sengaja diberi banyak makan. Gretel diperintahkan untuk menyiapkan oven yang menyala untuk dirinya serta air yang mendidih untuk memasak mereka berdua. Setelahnya, penyihir itu menyuruh Gretel untuk masuk ke dalam oven lebih dulu. Gretel memahami bahwa penyihir itu berniat jahat. Ia berpura-pura bodoh dengan bersikap seolah tidak tahu caranya. Penyihir itu kesal, lalu mencontohkan caranya masuk ke dalam oven. Kedua anak itu memanfaatkan kesempatan untuk kabur meninggalkan penyihir yang terbakar hidup-hidup. Mereka bahkan menemukan semacam harta karun dan mengambil sebagian perhiasan untuk dibawa pulang. Setiba di rumah dengan keadaan yang selamat, mereka mendapat kabar bahwa ibu tirinya telah tiada dengan sebab yang tak diketahui. Sementara ayahnya menderita sejak kedua anaknya sengaja di buang ke hutan. Akhirnya keluarga kecil itu hidup bahagia selamanya dengan kekayaan yang mereka dapatkan.
Sejarah dan Ulasan
Ilustrasi oleh Theodor Hosemann
Jacob dan Wilheim Grimm terinspirasi membuat cerita Hansel dan Gretel dari teman Wilhem sendiri. Keduanya bahkan telah menerbitkan Kinder- und Hausmärchen pada tahun 1812. Dalam dongeng versi Grimms, istri sang pemotong kayu adalah ibu kandung dari Hansel dan Gretel. Keinginan untuk membuang kedua anak itu berasal dari keinginan kedua orang tuanya sendiri. Dalam edisi terbaru, terdapat perubahan yang mencolok, antara lain: istri menjadi ibu tiri Hansel dan Gretel, dan ayah yang berprofesi sebagai penebang kayu menentang rencana sang istri untuk membuang anak mereka. Ada pula unsur agama yang dimuat dalam cerita ini. Adanya inovasi dalam alur cerita berupa seekor angsa menolong Hansel dan Gretel menyebrangi sungai. Ada lagi versi yang menyatakan bahwa sang ibu meninggalkan keluarga dan menikah dengan pria pilihannya pada akhir cerita.
Dongeng ini kemungkinan bermula pada Kelaparan Hebat di Abad Pertengahan (1315-1317), yang menyebabkan orang-orang putus asa membuang anak kecil agar dapat menghidupi diri mereka sendiri atau bahkan menjadi kanibalisme.
Ahli cerita rakyat, Lona dan Peter Opie, menyatakan dalam The Classic Fairy Tales (1974) bahwa Hansel dan Gretel merupakan satu di antara kumpulan dongeng Eropa yang terkenal di daerah Baltik, mengenai anak-anak yang mengakali para ogre. Dongeng ini memiliki kemiripian dengan bagian pertama dari Hop-o’-My Thumb (1607) karya Charles Perrault dan Finette Cendron (1721) karya Madame d'Aulnoy. Di kedua cerita tersebut, anak-anak yang telantar menemukan jalan pulang mereka dengan mengikuti sebuah jalan kecil. Dalam Clever Cinders, sang pahlawan wanita membakar sesosok raksasa dengan mendorongnya ke dalam sebuah oven yang merupakan cara serupa dengan pembunuhan terhadap penyihir yang dilakukan oleh Gretel, serta sebuah tipu daya yang menggunakan ranting dalam dongeng Swedia mirip dengan yang dilakukan Hansel. Seorang Ahli bahasa dan cerita rakyat, Edward Vajda, telah mengemukakan bahwa kemiripan antar cerita ini menjelaskan pertumbuhan anak remaja menjadi usia dewasa, cerita tentang ritual peralihan yang masih ada di dalam masyarakat Proto-Indo-Eropa. Sebuah rumah yang terbuat dari makanan-makanan manis ditemukan pada abad ke 14 dalam sebuah naskah tentang negeri Cockayne.
Fakta bahwa ibu tiri mati setelah Hansel dan Gretel membunuh penyihir seperti yang telah dikatakan oleh banyak kritikus bahwa sang ibu tiri dan penyihir itu secara implisit adalah wanita yang sama.[1]
Makna Kebudayaan
Staatsoper Wien 2015
Dongeng ini juga dapat dinikmati dalam bentuk pertujukan panggung, seperti opera Hänsel und Gretel oleh Engelbert Humperdinck. Salah satu opera yang masih dimainkan sampai sekarang. Penggambaran ulang modern dari dongeng ini adalah dongeng musikal Ami & Tami, karya Mátti Kovler yang diproduksi di Israel dan Amerika, kemudian dirilis sebagai album simfoni. Elemen dari cerita ini pernah digunakan di salah satu adegan klimaks film horor karya Wes Craven tahun 1994 yang berjudul New Nightmare. Jejak remah roti Hansel dan Gretel menjadi inspirasi elemen navigasi (di film tersebut), bernama breadcrumbs. Alat yang memungkinkan penggunanya untuk melacak jejak lokasi mereka di dalam program atau dokumen. Adaptasi terbaru dari dongeng ini adalah Gretel & Hansel, sebuah film horor Amerika tahun 2020 yang disutradarai oleh Oz Perkins.