Semasa kuliah di Surabaya (1930–1940), Hadrianus menjalin persahabatan erat dengan Ibnu Sutowo. Dalam buku biografi Ibnu Sutowo karangan Mara Karma, disebutkan bahwa Hadrianus adalah rekan belajar Ibnu. Mereka juga sering berolahraga bersama; Hadrianus, Ibnu, Rambitan, dan Rubiono sering bermain bola keranjang dalam satu tim. Selain itu, Hadrianus juga kerap menjadi pasangan ganda Ibnu Sutowo dalam permainan tenis meja.[2]
Awal karier
Setelah lulus, ia berkarier menjadi dokter pemerintah di Panyabungan, Tapanuli Selatan (1941–1942).[3] Pada masa pendudukan Jepang, ia tetap bertugas sebagai dokter pemerintah di Samosir.[4]
Era kemerdekaan
Setelah proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945–1949), Hadrianus menjabat sebagai Kepala Kesehatan Dewan Pertahanan Daerah Tapanuli merangkap Kepala Kesehatan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Tapanuli.[3]
Dari tahun 1957 hingga 1978, Hadrianus menjabat sebagai Lektor Kepala di FK UKI. Kemudian, ia menjadi Dekan FK UKI hingga wafat pada 11 Juli 1981. Saat meninggal dunia, ia menjabat sebagai Pj. Rektor Universitas Kristen Indonesia dan Komisaris Asuransi Bumi Asih Jaya.
↑FK UKI (2012). 3909 Dokter Made In UKI, 50 Tahun Perjalanan, Persembahan Ulang Tahun Emas FK UKI 1 Desember 1962-1 Desember 2012. Jakarta: Rayyana Komunikasindo.
↑Karma, Mara (1979). Ibnu Sutowo, Pelopor Sistem Bagi Hasil di Bidang Perminyakan. Jakarta: Gunung Agung. hlm.90–92. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)