Kelurahan in Nusa Tenggara Timur, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Kelurahan in Nusa Tenggara Timur, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Jumlah penduduk kelurahan ini tahun 2020 berjumlah jiwa, di mana laki-laki sebanyak jiwa dan perempuan sebanyak jiwa. Kelurahan ini memiliki 27 Rukun Tetangga (RT) dan 10 Rukun Warga (RW). Penduduk asli Sumba Timur ialah suku Sumba, demikian juga yang ada di kelurahan ini.[2] Selain itu ada juga suku pendatang lain dari sekitar provinsi Nusa Tenggara Timur, seperti suku Alor, suku Flores, dan juga pendatang seperti Jawa, Bugis, Bali, dan lainnya. Sementara itu, bahasa yang digunakan di kawasan itu selain bahasa Indonesia, penduduk lokal memakai bahasa Sumba dengan logat Ligar Kambera, logat yang umumnya dipakai di kabupaten Sumba Timur.[2]
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Sumba Timur 2020 mencatat masyarakat pemeluk agama Kristen sebanyak 61,34%, di mana Protestan 38,37% sebanyak dan Katolik 22,97%. Pemeluk agama Islam sebanyak 38,20%, dan selebihnya merupakan pemeluk agama Hindu 0,46%, yang umumnya merupakan warga pendatang dari Bali.[1]
Pekerjaan
Data usia kerja penduduk memiliki beragam macam atau jenis pekerjaan. Data tahun 2020 mencatat bahwa penduduk yang bekerja sebagai petani sebanyak 163 orang, kemudian pedagang 314 orang, Pegawai Negeri Sipil serta Polisi dan TNI sebanyak 688 orang. Kemudian pekerja sebagai nelayan 398 orang, peternak 27 orang, industri kerajinan 5 orang, dan selebihnya pekerja swasta, buruh, penenun sebanyak 6.389 orang, ada yang berasal dari luar yang bekerja di kelurahan Hambala.[1][2]