Perhentian ini sudah tidak digunakan sejak tahun 1980-an.[3] Bangunan perhentian kini sudah dimanfaatkan menjadi rumah warga, pangkalan ojek, dan warung. PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun berencana untuk memugar halte kereta api ini dan mengalihfungsikannya sebagai museum atau galeri. Mengingat sejarahnya sebagai tempat penurunan Ir. Soekarno saat berkunjung ke Blitar untuk menemui kedua orang tuanya, akan dipasang pula miniatur patung presiden pertama Indonesia tersebut sekaligus memulihkan pelitur natural bangunan halte dan penambahan tanaman-tanaman hias yang akan memperasri kompleks halte kereta api ini.[4]
Galeri
Papan nama halte yang tertera di kanopi
Kursi tunggu yang kini masih tersisa
Catatan kaki
↑Singkatan dari Gelang, nama lain perhentian ini dalam Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian (2004)
Referensi
↑Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).