Stasiun ini dulunya berstatus sebagai stasiun kelas III/kecil dengan dua jalur dan sepur badug.[3] Setelah jalur ganda segmen Plered-Cikadongdong difungsikan pada pertengahan Desember 2014, seluruh wesel di stasiun ini dicabut sehingga statusnya turun menjadi halte apabila ditinjau dari aspek operasional. Saat ini, tersisa dua jalur kereta api; keduanya merupakan sepur lurus dan tidak memiliki wesel.
Sejak beroperasinya jalur ganda tersebut, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini karena sudah tidak terjadi lagi persilangan dan persusulan antarkereta api di sana. Dengan berlakunya Gapeka 2015, Cisomang dinonaktifkan penuh dari pelayanan penumpang dan persinyalan. Sistem persinyalan diganti menjadi sinyal blok.[4] Sama seperti bangunan stasiun lainnya yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen, halte ini cukup kecil, hanya berukuran 3 × 6 meter persegi dengan satu ruang tunggu, satu loket, ruang kepala stasiun, dan ruang PPKA.[5]
Ke arah selatan halte terdapat jembatan terdalam di Asia Tenggara, yaitu Jembatan Cisomang.