Kaum lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) di Polandia menghadapi tantangan hukum yang tidak dialami oleh penduduk non-LGBTQ.[3] Menurut laporan ILGA-Europe tahun 2025, kondisi hak-hak LGBTQ di Polandia termasuk yang terburuk di antara negara-negara Uni Eropa.[4]
Aktivitas seksual sesama jenis, baik antara laki-laki maupun perempuan, telah didekriminalisasi pada tahun 1932, ketika negara tersebut memberlakukan batas usia persetujuan yang sama bagi kaum homoseksual dan heteroseksual, yaitu 15 tahun.[5][6] Polandia memberikan hak yang sama kepada kaum LGBTQ seperti halnya kepada kaum heteroseksual dalam berbagai bidang, seperti: pria gay dan biseksual diperbolehkan mendonorkan darah, kaum gay dan biseksual diperbolehkan berdinas secara terbuka di Angkatan Bersenjata Polandia, dan kaum transgender diperbolehkan mengubah jenis kelamin secara hukum dengan memenuhi persyaratan tertentu, termasuk menjalani terapi penggantian hormon.[4] Hukum Polandia melarang diskriminasi ketenagakerjaan berdasarkan orientasi seksual, meskipun perlindungan semacam itu mungkin tidak efektif dalam praktiknya.[7] Saat ini tidak ada perlindungan untuk layanan kesehatan dan kejahatan kebencian, namun amandemen terhadap undang-undang kejahatan kebencian yang mencakup orientasi seksual dan jenis kelamin/gender sedang dipertimbangkan.[8][9] Pada tahun 2019, Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa ketentuan dalam Kode Pelanggaran Ringan Polandia, yang melarang penolakan barang dan jasa tanpa “alasan yang sah”, adalah inkonstitusional.[10] Pada Mei 2026, pemerintah membuat peraturan yang akan mengakui pernikahan sesama jenis - hanya dari negara-negara Uni Eropa lain yang mengizinkan pernikahan sesama jenis. Polandia sendiri tidak mengizinkan pernikahan sesama jenis dilakukan di dalam negeri.[11]
Masyarakat Polandia cenderung memiliki pandangan konservatif terkait isu-isu yang berkaitan dengan hak-hak LGBTQ. Mayoritas penduduk Polandia beragama Katolik, sehingga persepsi dan penerimaan publik terhadap komunitas LGBTQ sangat dipengaruhi oleh ajaran moral Katolik. Pasal 18 Konstitusi Polandia menyatakan bahwa "Perkawinan, sebagai ikatan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, berada di bawah perlindungan dan pengawasan Republik Polandia."[12] Menurut beberapa ahli hukum, pasal ini melarang pernikahan sesama jenis.[13][14][15][16] Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Mahkamah Administrasi Agung telah memutuskan bahwa Pasal 18 Konstitusi membatasi institusi pernikahan hanya untuk pasangan beda jenis kelamin, dan bahwa legalisasi pernikahan sesama jenis memerlukan amandemen konstitusi.[17][18][19][20][21] Polandia juga tidak mengakui ikatan sipil, meskipun pembahasan mengenai isu ini masih berlangsung. Sebelum pemilu parlemen Polandia 2015, partai berkuasa Hukum dan Keadilan (PiS) mengambil sikap anti-imigran, dan menjelang pemilu parlemen Polandia 2019, PiS fokus pada penolakan terhadap "ideologi LGBT" Barat yang diduga.[22] Didorong oleh politisi PiS tingkat nasional,[22] pada April 2020, 100 dewan kota (dari desa hingga lima provinsi), secara informal mendeklarasikan diri mereka "bebas dari ideologi LGBT", namun pada 6 Februari 2024, Pengadilan AdministrasiProvinsi Warsawa membatalkan deklarasi terakhir dari kelompok ini.[23][24]
Pada 20 Juli 2019, aksi unjuk rasa tandingan yang disertai kekerasan terjadi selama Pawai Kesetaraan pertama di Białystok. Polisi memperkirakan sekitar 800 peserta pawai berhadapan dengan lebih dari 4.000 pengunjuk rasa tandingan, yang jumlahnya jauh melebihi peserta pawai. Saksi mata, jurnalis, dan pemantau HAM mendokumentasikan bahwa para demonstran tandingan tanpa pandang bulu melemparkan batu, bata, petasan, bom kilat, telur busuk, dan botol berisi air seni ke arah para peserta pawai, termasuk anak-anak dan remaja, sehingga membutuhkan intervensi besar-besaran dari polisi anti huru-hara untuk mencegah korban jiwa dalam jumlah besar.[25][26]
Tingkat penerimaan terhadap komunitas LGBTQ di masyarakat Polandia meningkat pada tahun 1990-an dan awal 2000-an, terutama di kalangan generasi muda dan mereka yang tinggal di kota-kota besar seperti Warsawa dan Kraków. Terdapat komunitas gay yang cukup aktif dengan klub-klub yang tersebar di seluruh negeri, sebagian besar berlokasi di kawasan perkotaan besar. Selain itu, terdapat beberapa organisasi hak-hak gay, di mana dua yang terbesar adalah Kampanye Melawan Homofobia dan Lambda Warszawa. Jajak pendapat mengenai persepsi publik terhadap hak-hak LGBTQ di Polandia menunjukkan hasil yang bertentangan, dengan banyak survei menunjukkan dukungan besar terhadap kemitraan terdaftar,[27] sementara beberapa survei menunjukkan mayoritas masih menentang.[28] Namun, tren umum menunjukkan peningkatan dukungan terhadap kemitraan terdaftar dan pernikahan sesama jenis. Banyak partai politik sayap kiri dan liberal, seperti New Left, Labour Union, Partai Sosial Demokrat, Modern, Together, dan Spring, telah menyatakan dukungan terhadap gerakan hak-hak gay. Legalisasi kemitraan sesama jenis juga menjadi bagian dari program politik Koalisi Sipil dan Jalan Ketiga untuk pemilu parlemen 2023.[29] Pada November 2023, pasangan menikah sesama jenis mengajukan gugatan ke pengadilan Polandia untuk memperbaiki legalitas pernikahan sesama jenis.[30] Pada 20 Maret 2026, Mahkamah Administrasi Agung Polandia memutuskan bahwa kantor catatan sipil wajib mengakui dan mencatat akta nikah pasangan sesama jenis yang menikah di negara anggota UE lainnya.[31][32][33] Putusan tersebut pertama kali diterapkan oleh kantor catatan sipil Warsawa pada 14 Mei 2026.[34][35]
Sebuah studi tahun 2025 yang dilakukan oleh koalisi bisnis Open for Business memperkirakan bahwa diskriminasi di tempat kerja dan memburuknya kondisi kesehatan masyarakat merugikan perekonomian Polandia hingga 20,4 miliar PLN per tahun akibat hilangnya talenta dan diskriminasi sistemik.[36]
↑Górski, Marcin (2020). "Application of EU Law on Equal Treatment in Poland. État de choses in 2020". Osteuropa Recht. 66 (4): 483–495. doi:10.5771/0030-6444-2020-4-483. ISSN0030-6444. S2CID234914902. This brief overview concentrates on some problematic issues regarding the interpretation of provisions implementing the EU general principle of equal treatment.58 However, the overall picture emerging from these detail-focused considerations is that the principle of equal treatment in Poland appears generally ineffective. State authorities, predominantly the government ruling since 2015, have endeavoured to deprive anti-discrimination provisions (mostly enacted in the process of implementation of EU law) of any practical significance, whereas courts were neither eager nor able to resist this process, to put it delicately.
↑Gallo, D; Paladini, L; Pustorino, P, ed. (2014). Same-Sex Couples before National, Supranational and International Jurisdictions. Berlin: Springer. hlm.215. ISBN9783642354342. the drafters of the 1997 Polish Constitution included a legal definition of a marriage as the union of a woman and a man in the text of the constitution in order to ensure that the introduction of same-sex marriage would not be passed without a constitutional amendment.
↑Marek Safjan; Leszek Bosek, ed. (2016). Konstytucja RP. Tom I. Komentarz do art. 1-86. Warszawa: C.H. Beck Wydawnictwo Polska. ISBN9788325573652. Z przeprowadzonej powyżej analizy prac nad Konstytucją RP wynika jednoznacznie, że zamieszczenie w art. 18 Konstytucji RP zwrotu definicyjnego "związek kobiety i mężczyzny" stanowiło reakcję na fakt pojawienia się w państwach obcych regulacji poddającej związki osób tej samej płci regulacji zbliżonej lub zbieżnej z instytucją małżeństwa. Uzupełniony tym zwrotem przepis konstytucyjny "miał pełnić rolę instrumentu zapobiegającego wprowadzeniu takiej regulacji do prawa polskiego" (A. Mączyński, Konstytucyjne podstawy prawa rodzinnego, s. 772). Innego motywu jego wprowadzenia do Konstytucji RP nie da się wskazać (szeroko w tym zakresie B. Banaszkiewicz, "Małżeństwo jako związek kobiety i mężczyzny", s. 640 i n.; zob. też Z. Strus, Znaczenie artykułu 18 Konstytucji, s. 236 i n.). Jak zauważa A. Mączyński istotą tej regulacji było normatywne przesądzenie nie tylko o niemożliwości unormowania w prawie polskim "małżeństw pomiędzy osobami tej samej płci", lecz również innych związków, które mimo tego, że nie zostałyby określone jako małżeństwo miałyby spełniać funkcje do niego podobną (A. Mączyński, Konstytucyjne podstawy prawa rodzinnego, s. 772; tenże, Konstytucyjne i międzynarodowe uwarunkowania, s. 91; podobnie L. Garlicki, Artykuł 18, w: Garlicki, Konstytucja, t. 3, uw. 4, s. 2, który zauważa, że w tym zakresie art. 18 nabiera "charakteru normy prawnej").
↑Scherpe JM, ed. (2016). European Family Law Volume III: Family Law in a European Perspective Family. Cheltenham, UK: Edward Elgar Publishing. hlm.121. ISBN9781785363047. Constitutional bans on same-sex marriage are now applicable in ten European countries: Article 32, Belarus Constitution; Article 46 Bulgarian Constitution; Article L Hungarian Constitution, Article 110, Latvian Constitution; Article 38.3 Lithuanian Constitution; Article 48 Moldovan Constitution; Article 71 Montenegrin Constitution; Article 18 Polish Constitution; Article 62 Serbian Constitution; and Article 51 Ukrainian Constitution.
↑Stewart J, Lloyd KC (2016). "Marriage Equality in Europe". Family Advocate. 38 (4): 37–40. Article 18 of the Polish Constitution limits the institution of marriage to opposite-sex couples.
↑Judgment of the Supreme Court of 7 July 2004, II KK 176/04, W dotychczasowym orzecznictwie Sądu Najwyższego, wypracowanym i ugruntowanym zarówno w okresie obowiązywania poprzedniego, jak i obecnego Kodeksu postępowania karnego, a także w doktrynie (por. wypowiedzi W. Woltera, A. Zolla, A. Wąska), pojęcie "wspólne pożycie" odnoszone jest wyłącznie do konkubinatu, a w szczególności do związku osób o różnej płci, odpowiadającego od strony faktycznej stosunkowi małżeństwa (którym w myśl art. 18 Konstytucji jest wyłącznie związek osób różnej płci). Tego rodzaju interpretację Sąd Najwyższy, orzekający w niniejszej sprawie, w pełni podziela i nie znajduje podstaw do uznania za przekonywujące tych wypowiedzi pojawiających się w piśmiennictwie, w których podejmowane są próby kwestionowania takiej interpretacji omawianego pojęcia i sprowadzania go wyłącznie do konkubinatu (M. Płachta, K. Łojewski, A.M. Liberkowski). Rozumiejąc bowiem dążenia do rozszerzającej interpretacji pojęcia "wspólne pożycie", użytego w art. 115 § 11 k.k., należy jednak wskazać na całkowity brak w tym względzie dostatecznie precyzyjnych kryteriów.
↑"Judgment of the Constitutional Tribunal of 11 May 2005, K 18/04". Polska Konstytucja określa bowiem małżeństwo jako związek wyłącznie kobiety i mężczyzny. A contrario nie dopuszcza więc związków jednopłciowych. [...] Małżeństwo (jako związek kobiety i mężczyzny) uzyskało w prawie krajowym RP odrębny status konstytucyjny zdeterminowany postanowieniami art. 18 Konstytucji. Zmiana tego statusu byłaby możliwa jedynie przy zachowaniu rygorów trybu zmiany Konstytucji, określonych w art. 235 tego aktu.
↑"Judgment of the Supreme Administrative Court of Poland of 25 October 2016, II GSK 866/15". Ustawa o świadczeniach zdrowotnych finansowanych ze środków publicznych nie wyjaśnia, co prawda, kto jest małżonkiem. Pojęcie to zostało jednak dostatecznie i jasno określone we wspomnianym art. 18 Konstytucji RP, w którym jest mowa o małżeństwie jako o związku kobiety i mężczyzny. W piśmiennictwie podkreśla się, że art. 18 Konstytucji ustala zasadę heteroseksualności małżeństwa, będącą nie tyle zasadą ustroju, co normą prawną, która zakazuje ustawodawcy zwykłemu nadawania charakteru małżeństwa związkom pomiędzy osobami jednej płci (vide: L. Garlicki Komentarz do art. 18 Konstytucji, s. 2-3 [w:] Konstytucja Rzeczypospolitej Polskiej. Komentarz, Wydawnictwo Sejmowe, Warszawa 2003). Jest wobec tego oczywiste, że małżeństwem w świetle Konstytucji i co za tym idzie - w świetle polskiego prawa, może być i jest wyłącznie związek heteroseksualny, a więc w związku małżeńskim małżonkami nie mogą być osoby tej samej płci.
↑"Sondaż CBOS: Aborcja, związki partnerskie i euro". 9 October 2019. 55 proc. Polaków jest przeciwna prawnemu umożliwieniu zawierania związków partnerskich przez osoby tej samej płci. [55% Poles are against the legal possibility of same-sex partnerships.]