Nama bukit ini diambil dari bentuknya yang menyerupai suribachi atau mangkuk penggiling. Bukit ini juga dikenal sebagai "Gunung Pipa" (パイプ山code: ja is deprecated , paipu-yama), karena gas vulkanik dan uap air yang menggelinding dari puncak, bersama dengan bagian lain dari pulau ini, memberikan tampilan seperti pipa yang berasap ketika dilihat dari laut.
Tugu peringatan perang Korps Marinir Amerika Serikat di Makam Pahlawan Arlington
Bentuk seperti mangkuk untuk menghaluskan makanan (suribachi) yang tengkurap sehingga disebut Gunung Suribachi. Nama lainnya adalah Gunung Pipe karena dari gunung ini mengeluarkan uap dan gas, dan terlihat seperti cangklong yang sedang berasap.
Gunung ini menjadi saksi pertempuran Pertempuran Iwo Jima yang memakan korban besar di pihak Amerika Serikat dan Jepang. Iwo Jima merupakan markas bagi tentara Jepang, dan dipertahankan mati-matian karena jatuhnya Iwo Jima berarti kekalahan bagi Jepang. Di Gunung Suribachi, prajurit Jepang membuat jaringan gua bawah tanah untuk menempatkan meriam-meriam berkaliber besar, di antaranya meriam kaliber 20cm. Namun, bombardemen kapal perang angkatan laut Amerika Serikat menghancurkan semua posisi meriam Jepang.
Seperti halnya lokasi-lokasi lain di Iwo Jiwa, Gunung Suribachi merupakan kuburan besar bagi ribuan tentara Jepang dan Amerika Serikat yang tewas dalam pertempuran. Hingga saat ini, masih banyak prajurit korban Pertempuran Iwo Jima yang masih belum ditemukan.