Gropecunt LaneMagpie Lane di Oxford, yang dahulu dikenal sebagai Gropecunt Lane
Gropecunt Lane (/ˈɡroʊpkʌnt/) adalah sebuah nama jalan yang ditemukan di berbagai kota dan permukiman Inggris pada Abad Pertengahan. Nama tersebut diyakini merujuk pada kawasan yang menjadi pusat prostitusi, sebab pada masa itu sudah menjadi hal lazim bila nama jalan mencerminkan fungsi atau aktivitas ekonomi yang berlangsung di dalamnya. Istilah Gropecunt, yang pertama kali tercatat sekitar tahun 1230, tampaknya merupakan gabungan dari dua kata, grope dan cunt. Jalan-jalan dengan nama demikian biasanya terletak di kawasan paling ramai di kota-kota abad pertengahan, dan setidaknya ada satu yang tercatat sebagai jalur utama yang penting.
Meskipun nama tersebut dahulu umum dijumpai di seluruh Inggris, perubahan sikap sosial membuatnya kemudian diganti dengan sebutan yang lebih halus, seperti Grape Lane. Varian terakhir dari nama Gropecunt tercatat digunakan sebagai nama jalan hingga tahun 1561.
Toponimi
Grope Lane, Bristol, 1542
Ragam penulisan nama ini antara lain meliputi Gropecunte, Gropecountelane, Gropecontelane, Groppecountelane, dan Gropekuntelane. Dahulu, nama-nama jalan semacam ini banyak dijumpai di Inggris, tetapi kini semuanya telah disamarkan atau diganti dengan bentuk yang lebih sopan.[1] Di kota York, misalnya, Grapcunt Lane, kata grāpcode: ang is deprecated merupakan bentuk Inggris Kuno dari kata grope,[2] kemudian diganti menjadi Grape Lane.[3] Di Bristol, nama "Gropecount Lane" yang tercatat sejak akhir abad ke-15[4] telah disingkat menjadi Grope Lane pada tahun 1540-an, dan kadang kala diperhalus lagi menjadi Grape Lane.[5]
Catatan pertama mengenai penggunaan kata grope dalam makna sentuhan seksual muncul pada tahun 1380; sementara itu, kata cunt telah digunakan untuk menyebut vulva sejak paling tidak tahun 1230, dan memiliki padanan dalam berbagai bahasa Jermanik, meskipun etimologi pastinya masih belum pasti.[6]
Prostitusi
Peta tahun 1720 yang menggambarkan wilayah Bread Street dan Cordwainer, dimuat dalam edisi abad ke-19 karya John Stow, Survey of the Cities of London and Westminster. Jalur tiga jalan yang kini telah punah ditandai dengan warna biru: Puppekirtylane di kiri, Grope Countlane di tengah, dan Bordhawlane di kanan. Lokasi tersebut berada di seberang Mercers' Hall modern.[7]Little Fryday Street [sic] (Pissing Alley) terlihat di sisi kiri.
Dalam entri kata cunt, Oxford English Dictionary mencatat bahwa sebuah jalan dengan nama Gropecuntlane telah disebut sekitar tahun 1230, menandai kemunculan pertama nama tersebut.[6] Menurut penulis Angus McIntyre, praktik prostitusi terorganisasi telah mapan di London pada pertengahan abad ke-12. Awalnya kegiatan ini terutama terbatas di kawasan Southwark di tenggara, tetapi kemudian meluas ke wilayah lain seperti Smithfield, Shoreditch, Clerkenwell, dan Westminster.[8]
Praktik ini kerap ditoleransi oleh pihak berwenang, dan banyak catatan sejarah menunjukkan bahwa prostitusi lebih sering diatur ketimbang dilarang. Pada tahun 1393, otoritas London menetapkan bahwa para pelacur hanya boleh bekerja di Cokkes Lane[a] (kini dikenal sebagai Cock Lane); sementara pada tahun 1285, para pelacur asal Prancis di Montpellier dibatasi untuk bekerja di satu ruas jalan saja.[9]
Pada masa Abad Pertengahan, lazim bila nama-nama jalan mencerminkan fungsi atau aktivitas ekonomi yang terjadi di dalamnya, terutama barang dagangan yang dijual, sehingga banyak ditemukan nama seperti The Shambles, Silver Street, Fish Street, dan Swinegate (untuk tukang daging babi) di kota-kota bersejarah. Prostitusi mungkin merupakan bagian wajar dari kehidupan kota abad pertengahan;[9] dalam A Survey of London (1598), John Stow mencatat bahwa Love Lane disebut demikian "karena dihuni oleh para perempuan penggoda".[10]
Namun, nama yang lebih gamblang seperti Gropecunt Lane tampaknya merupakan rujukan paling jelas terhadap aktivitas seksual berbayar,[11] meskipun di Bristol juga terdapat Hoorstrete ("Jalan Pelacur") yang maknanya tidak kalah tegas.[12] Sebaliknya, Fucking Grove di Bristol berada di kawasan terpencil dan pedesaan dalam wilayah kota abad pertengahan tersebut,[13] sehingga aktivitas seksual di sana kemungkinan lebih bersifat rekreasional ketimbang transaksional.
Perubahan Kepekaan Moral
Oxford English Dictionary mendefinisikan kata cunt sebagai "organ genital eksternal perempuan" dan mencatat bahwa "penggunaannya dibatasi sebagaimana kata-kata tabu lainnya; lihat catatan huruf kecil pada entri s.v. FUCK v."[6] Pada masa Abad Pertengahan, istilah ini mungkin dianggap sekadar kasar atau vulgar, sebab telah digunakan secara umum dalam pengertian anatominya sejak setidaknya abad ke-13. Dalam "The Miller's Tale", Geoffrey Chaucer menulis, "And prively he caughte hire by the queyntecode: enm is deprecated " (dan dengan diam-diam ia meraih dirinya di bagian selangkangan),[14] sementara komedi Philotus (1603) memuat kalimat "put doun thy hand and graip hir cunt."[15] Namun, seiring waktu, istilah tersebut perlahan berubah menjadi kata cabul sebagaimana dianggap saat ini. Dalam karya John Garfield berjudul Wandring Whore II (1660), kata itu digunakan untuk menyebut seorang perempuan, khususnya seorang pelacur, "this is none of your pittiful Sneakesbyes and Raskalls that will offer a sturdy C— but eighteen pence or two shillings, and repent of the business afterwards".[16][17]Francis Grose dalam karyanya A Classical Dictionary of The Vulgar Tongue (1785) mencantumkan kata tersebut sebagai "C**t. chonnoscode: el is deprecated dalam bahasa Yunani, dan cunnuscode: la is deprecated dalam kamus Latin; nama keji untuk sesuatu yang keji: un con Miege."[18]
Peta Oxford tahun 1605 karya John Speed, memperlihatkan Gropecunt Lane, yang pada masa itu telah berubah menjadi Grope atau Grape Lane, ditandai dengan warna biru.[19] Jalan utama yang dihubungkannya adalah High Street, dengan arah utara berada di bagian bawah.
Meskipun beberapa nama jalan abad pertengahan seperti Addle Street (berarti air seni busuk atau kotoran cair lainnya; lumpur[20]) dan Fetter Lane (dulu Fewterer, berarti "orang malas dan tidak tertib") masih bertahan hingga kini, banyak nama lain yang diubah demi menyesuaikan diri dengan kepekaan zaman modern. Sherborne Lane di London, misalnya, pada tahun 1272–73 dikenal dengan nama Shitteborwelane, kemudian Shite-burn lane dan Shite-buruelane, kemungkinan karena adanya sumur limbah di sekitarnya.[21][22]Pissing Alley, salah satu dari beberapa jalan bernama sama yang berhasil bertahan dari Kebakaran Besar London,[23] pada tahun 1848 telah berganti nama menjadi Little Friday Street sebelum akhirnya digabungkan dengan Cannon Street pada tahun 1853–54.[24]Petticoat Lane, yang kerap disalahartikan berhubungan dengan prostitusi, diganti menjadi Middlesex Street pada tahun 1830 setelah muncul keluhan bahwa nama jalan tersebut diambil dari nama sepotong pakaian dalam.[25]
Sebagai contoh paling mencolok sekaligus paling vulgar dari penamaan semacam itu, penggunaan Gropecunt tampaknya mulai ditinggalkan pada abad ke-14, kecuali di Shrewsbury dan mungkin Newcastle (di mana nama Grapecuntlane disebut pada tahun 1588).[26] Hilangnya nama ini secara bertahap dari bahasa sehari-hari Inggris kemungkinan merupakan hasil dari upaya perlahan untuk "memutihkan" istilah tersebut; Gropecuntelane di Wells pada abad ke-13 berubah menjadi Grope Lane, dan pada abad ke-19 menjadi Grove Lane.[27]
Meningkatnya sikap konservatif kalangan elit Protestan terhadap prostitusi pada abad ke-16 akhirnya berujung pada penutupan rumah-rumah pelacuran Southwark pada tahun 1546, menggantikan upaya-upaya pengaturan yang sebelumnya diberlakukan.[28]
Di London, terdapat beberapa jalan yang dikenal dengan nama Gropecunt Lane, termasuk yang berada di paroki St Pancras, Soper Lane dan St Mary Colechurch, di antara Bordhawelane (bordello) dan Puppekirty Lane (poke skirt),[29][30] berdekatan dengan kawasan Cheapside masa kini. Nama tersebut pertama kali tercatat pada tahun 1279 dengan ejaan Gropecontelane dan Groppecountelane,[31][32] dan merupakan bagian dari jaringan jalan yang tampaknya berfungsi sebagai pulau kecil aktivitas prostitusi di luar wilayah Southwark, kawasan yang pada umumnya menjadi pusat kegiatan tersebut selama periode abad pertengahan.[29]
Nama itu juga digunakan di berbagai kota besar Inggris lainnya pada masa abad pertengahan, seperti Bristol,[33]York, Shrewsbury, Newcastle upon Tyne, Worcester, Hereford, Southampton,[34] dan Oxford. Di Norwich, Gropekuntelane (kini menjadi Opie Street) tercatat dalam bahasa Latin sebagai turpis vicuscode: la is deprecated , yang berarti "jalan yang memalukan".[11] Pada tahun 1230, Magpie Lane di Oxford dikenal sebagai Gropecunt Lane, lalu diganti menjadi Grope atau Grape Lane pada abad ke-13, dan kemudian Magpie Lane pada pertengahan abad ke-17. Nama tersebut sempat diubah menjadi Grove Street pada tahun 1850, sebelum kembali menggunakan nama Magpie Lane pada abad ke-20.[35] Baik di Newcastle maupun Worcester, masing-masing memiliki Grope Lane yang berdekatan dengan dermaga umumnya.[36] Jalan di York masih bertahan hingga kini, meski telah disamarkan menjadi Grape Lane.
Dalam kajian mereka pada tahun 2001 mengenai prostitusi abad pertengahan, yang menggunakan Historic Towns Atlas sebagai sumber, sejarawan Richard Holt dan arkeolog Nigel Baker dari Universitas Birmingham meneliti berbagai nama jalan dengan makna seksual di seluruh Inggris. Mereka menyimpulkan bahwa terdapat hubungan erat antara jalan yang bernama Gropecunt Lane, yang hampir selalu terletak di pusat kota, dengan pasar utama atau jalan besar kota tersebut.[7] Korelasi ini mengindikasikan bahwa jalan-jalan tersebut tidak hanya melayani kebutuhan penduduk setempat, tetapi juga para pedagang dan pengunjung pasar dari luar kota.[37]
Konsistensi penamaan ini mungkin mencerminkan keseragaman fungsi sosialnya di berbagai tempat.[37] Jalan-jalan bernama Gropecunt Lane juga tercatat di sejumlah kota pasar yang lebih kecil seperti Banbury, Glastonbury, dan Wells, di mana nama tersebut telah ada sejak tahun 1300 dan sering muncul dalam dokumen hukum pada masa itu.[11][31][38] Jalan ParsonsStreet di Banbury pertama kali tercatat sebagai Gropecunt Lane pada tahun 1333 dan kemungkinan merupakan jalur utama yang penting,[39] tetapi pada tahun 1410 namanya diubah menjadi Parsons Lane.[40] Grape Lane di Whitby diduga dahulu bernama Grope Lane, atau mungkin Grapcunt Lane.[41] Sementara itu, di Glastonbury terdapat Gropecunte Lane yang kemudian dikenal sebagai Grope Lane, kini menjadi St. Benedicts Court, yang tercatat pada tahun 1290 dan 1425.[42] Sebuah jalan bernama GropeCountelane juga pernah ada di Shrewsbury hingga setidaknya tahun 1561, menghubungkan dua pasar utama kota tersebut. Pada suatu waktu yang tidak tercatat, jalan ini diubah namanya menjadi Grope Lane, nama yang masih dipertahankan hingga kini. Dalam karyanya History and Antiquities of Shrewsbury (1799), Thomas Phillips secara eksplisit menjelaskan asal-usul nama tersebut sebagai tempat "perbuatan cabul dan kenikmatan duniawi yang memalukan", sedangkan dalam karya Archdeacon Hugh Owen berjudul Some Account of the Ancient and Present State of Shrewsbury (1808), jalan ini disebut sebagai "Grope, atau Jalan Gelap". Karena perbedaan tafsir ini, sebagian pemandu wisata setempat kini menjelaskan nama tersebut sebagai "jalan sempit dan gelap yang harus dilalui dengan meraba-raba".[39]
↑Briggs, Keith (1 April 2010), "OE and ME cunte in place-names"(PDF), Journal of the English Place-name Society, 41, 26–39, keithbriggs.info, diakses tanggal 7 July 2010
↑M. C. Siraut; A. T. Thacker; Elizabeth Williamson (2006), R. W. Dunning (ed.), "Glastonbury: Town", A History of the County of Somerset: Volume 9: Glastonbury and Street, Institute of Historical Research, diakses tanggal 3 September 2013
Holt, Richard[in Norwegia]; Baker, Nigel (2001), "Towards a geography of sexual encounter: prostitution in English medieval towns", dalam Bevan, Lynne (ed.), Indecent Exposure: sexuality, society and the archaeological record (dalam bahasa Inggris), Glasgow: Cruithne Press, hlm.201–215, ISBN978-1-873448-19-9
McIntyre, Angus (2006), "London", dalam Ditmore, Melissa (ed.), Encyclopedia of Prostitution and Sex Work, Greenwood Publishing Group, ISBN978-0-313-32968-5