"Kita harus mendengarkan seruan Sri Paus untuk perdamaian di Suriah. Jika negara-negara Barat ingin menciptakan demokrasi yang sesungguhnya maka mereka harus membangunnya dalam rekonsiliasi, antara Kristen dan Muslim, bukan dengan senjata. Serangan yang direncanakan oleh Amerika Serikat adalah suatu tindakan kriminal yang hanya akan menuai lebih banyak korban, sebagai tambahan pada puluhan ribu korban dalam perang selama dua tahun ini. Hal ini akan menghancurkan kepercayaan dunia Arab atas Barat," demikian imbauan Batrik Gregorius, yang ia sampaikan lewat Asia News pada bulan Agustus 2013.[2]