Pada zaman Romawi, Antiokhia adalah sebuah kota penting dari Provinsi Romawi Suriah, dan kota terbesar keempat di Kekaisaran Romawi, setelah Roma, Efesus dan Aleksandria.
Di kota Antiokhia (sekarang di Antakya, tenggara Turki), penganut Kristen mula-mula disebutkan dalam Kisah Para Rasul 11:26. Menurut tradisi gereja, Santo Petrus mendirikan sebuah gereja di Antiokhia, dan menjadi uskup pertama di kota tersebut,[1]:92[2] sebelum pergi ke Roma untuk mendirikan Gereja disana.[1]:95Ignatius dari Antiokhia (menjadi martir pada sekitar tahun 107), yang dipilih menjadi uskup ketiga dari kota tersebut, menjadi seorang bapak apostolik berpengaruh. Pada abad ke-4, uskup Antiokhia menjadi uskup paling senior di sebuah wilayah yang pada masa sekarang meliputi timur Turki, Lebanon, Israel dan Palestina, Suriah, Yordania, Irak, dan Iran. Hierarki-nya melayani jumlah penganut Kristen terbesar yang diketahui dunia pada waktu itu.