Wentzel lahir di Düsseldorf, Jerman, sebagai anak pertama dari pasangan Joseph dan Anna Wentzel. Ia kemudian menikah dengan Anna Lauretta Wielich, dan pasangan tersebut memiliki seorang anak bernama Donat Wentzel yang lahir pada tahun 1934.[5] Setelah berkarier di Eropa selama beberapa dekade, Wentzel dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1948. Ia menetap di negara tersebut hingga tahun 1970, ketika ia dan istrinya kembali ke Ascona, Swiss, untuk menghabiskan masa tuanya.[6]
Pendidikan tinggi Wentzel dimulai pada tahun 1916 di UniversitasAlbert Ludwig Freiburg dengan fokus pada matematika dan fisika. Selama Perang Dunia I, ia menjalani wajib militer pada tahun 1917–1918, kemudian melanjutkan studi di Freiburg hingga 1919. Pada tahun tersebut, ia berpindah ke Universitas Greifswald sebelum akhirnya melanjutkan studi di Universitas Ludwig Maximilian München pada tahun 1920 di bawah bimbingan Arnold Sommerfeld. Ia memperoleh gelar doktor pada tahun 1921 dan menyelesaikan Habilitation pada tahun 1922, yang memungkinkannya mengajar sebagai Privatdozent di LMU hingga tahun 1926. Pada tahun yang sama, ia menerima posisi profesor luar biasa di Universitas Leipzig dalam bidang fisika matematika.[1][7][8]
Pada tahun 1928, Wentzel diangkat sebagai profesor penuh pada kepala bagian Fisika Teoretis Universitas Zurich, menggantikan Erwin Schrödinger. Pada periode ini Wolfgang Pauli bergabung dengan ETH Zurich, sehingga kota tersebut berkembang menjadi pusat penting bagi penelitian fisika teoretis di Eropa. Pada tahun 1948, Wentzel pindah ke Universitas Chicago untuk menjabat sebagai profesor hingga masa pensiunnya pada tahun 1970.[1][8]
Riset Ilmiah
Pada tahun 1926, Gregor Wentzel, Hendrik Kramers, dan Léon Brillouin secara independen mengembangkan pendekatan yang kemudian dikenal sebagai pendekatan Wentzel–Kramers–Brillouin (WKB). Metode ini juga disebut sebagai pendekatan klasik atau metode integral fase, dan digunakan sebagai teknik aproksimasi dalam mekanika kuantum untuk menganalisis bentuk solusi gelombang dalam kondisi semi-klasik.[9] Selain kontribusinya terhadap pengembangan metode WKB, Wentzel dikenal melalui penelitian mengenai fotoemisi, yang membahas pelepasan elektron dari permukaan material akibat interaksi dengan radiasi elektromagnetik,[10] serta kajian teori hamburan yang menjelaskan interaksi antara partikel-partikel dalam berbagai sistem fisik.[11] Pada masa akhir kariernya, Wentzel turut berkontribusi dalam pembahasan teori superkonduktivitas yang bersifat invarian terhadap gauge, suatu pendekatan teoretis yang relevan dalam pengembangan model superkonduktor modern.[12]