Formulasi pertama teori kuantum menjelaskan interaksi radiasi dengan materi dijelaskan oleh ilmuwan Inggris Paul Dirac, yang pada tahun 1920-an mampu mendapatkan koefisien emisi spontan dari sebuah atom.[2]
Kesulitan dengan teori ini semakin meningkat pada akhir tahun 1940-an. Perbaikan dalam teknologi gelombang mikro memungkinkan perhitungan pergeseran tingkat atom hidrogen yang lebih presisi,[7] yang sekarang dikenal dengan nama pergeseran Lamb dan momen magnetik elektron.[8]
Petunjuk pertama dilakukan oleh Hans Bethe pada tahun 1947,[9] setelah menghadiri Konferensi Shelter Island.[10] Ketika ia sedang dalam perjalanan dari konferensi ke Schenectady, ia melakukan komputasi non-relativistik pertama untuk pergeseran garis-garis atom hidrogen yang diukur oleh Lamb dan Retherford.[9] Meski ada keterbatasan, tetapi hasilnya baik. Idenya sederhana, yaitu memasang tak berhingga ke koreksi massa dan muatan yang disesuaikan pada nilai tertentu melalui eksperimen. Dengan cara ini, ketidakterbatasan akan diserap dalam konstanta dan menghasilkan nilai tertentu yang hasilnya sesuai dengan eksperimen. Prosedur ini dinamakan renormalisasi.