Lomba ini diingat selain sebagai penutup salah satu musim paling tragis dalam sejarah kategori ini (terkait kematian Ayrton Senna pada Grand Prix San Marino), juga karena insiden yang melibatkan dua kandidat juara, Damon Hill dan Michael Schumacher. Insiden yang terjadi saat lomba berjalan memaksa keduanya tersingkir dan mengakibatkan Schumacher memenangkan Kejuaraan Dunia Pembalap untuk pertama kalinya. Juga mencolok adalah penampilan terakhir dalam Grand Prix Formula Satu dari inkarnasi pertama Team Lotus, yang sebelumnya telah tujuh kali meraih gelar Juara Dunia Konstruktor. Ini juga merupakan kemenangan Grand Prix ke-31 dan terakhir dalam karier F1 Nigel Mansell.
Menuju perlombaan terakhir musim ini, pembalap tim Benetton, Michael Schumacher, memimpin Kejuaraan Pembalap dengan 92 poin. Pembalap tim Williams, Damon Hill, berada di posisi kedua dengan 91 poin, hanya terpaut satu poin di belakang Schumacher. Tim Williams memimpin Kejuaraan Konstruktor dengan 108 poin, sementara Benetton tertinggal 5 poin dengan total 103 poin. Dengan demikian, perebutan kedua gelar masih terbuka, dan keduanya akan ditentukan pada putaran terakhir.
Lomba
Schumacher berhasil memimpin pada awal lomba, dengan Hill berada di posisi kedua di belakangnya. Urutan antara keduanya tetap sama hingga putaran ke-36. Hill mendekati Schumacher ketika pembalap Benetton itu keluar lintasan di tikungan East Terrace, menghantam dinding dengan roda sebelah kanannya sebelum kembali ke lintasan.[2] Hill sudah melalui tikungan kelima lintasan ketika Schumacher tiba-tiba menerobos lintasan di depannya ke arah kiri. Pada tikungan berikutnya, Hill mencoba melewati Schumacher. Keduanya bertabrakan ketika Schumacher banting setir. Schumacher tereliminasi di tempat. Hill mencoba melanjutkan lomba dan segera masuk pit, tetapi akhirnya harus tersingkir karena kerusakan yang tidak bisa diperbaiki pada lengan suspensi kiri depan mobilnya. Karena kedua pembalap tidak mencetak poin, Schumacher tampil sebagai Juara Dunia Pembalap.[3] Setelah Schumacher dan Hill tersingkir, Nigel Mansell mengambil alih pimpinan lomba. Mansell tetap memimpin hingga dia masuk pit untuk pit stop keduanya. Setelah Mansell masuk pit, Berger naik ke posisi terdepan dan tetap memimpin setelah pit stop keduanya. Di putaran ke-64, Mansell berhasil melewati Berger dan kembali memimpin. Mika Häkkinen berada di posisi kelima menjelang akhir lomba di belakang rekan setimnya, Martin Brundle, dan Rubens Barrichello, sampai remnya mengalami kegagalan teknis pada putaran ke-77 yang membuatnya keluar lintasan dan menabrak dinding hingga harus tersingkir, meskipun ia dinyatakan finis di posisi ke-12. Sementara itu, Mansell tetap memimpin hingga akhir dan memenangkan perlombaan, dengan Berger finis di posisi kedua dan Brundle finis di posisi ketiga di depan Barrichello, Olivier Panis, dan Jean Alesi dari tim Ferrari lainnya yang menyelesaikan posisi enam teratas.
Schumacher dituduh oleh banyak pihak dalam dunia Formula Satu atas insiden tersebut, meskipun ia berhasil meraih gelar Kejuaraan.[4] Setelah penyelidikan, panitia pengawas perlombaan menganggapnya sebagai insiden balap dan tidak mengambil tindakan terhadap Schumacher. Pada usia 25 tahun, Schumacher menjadi Juara Dunia Pembalap Formula Satu pertama dari Jerman, meskipun dalam situasi yang sangat kontroversial. Schumacher selalu bersikeras bahwa tabrakan tersebut adalah insiden balap, pandangan yang banyak mendapat sikap skeptis dari media, terutama di Inggris.
Meskipun Hill dengan sengaja menghindari ikut terlibat dalam kegemparan pada saat itu, pada tahun-tahun berikutnya ia dengan tegas menuduh Schumacher dengan sengaja menabrakinya.[5] Komentator F1 untuk BBC, Murray Walker, berpendapat bahwa Schumacher tidak menyebabkan kecelakaan dengan sengaja, sementara rekan komentator balapnya, mantan pembalap F1 Jonathan Palmer dan reporter pit Barry Sheene, mengeklaim bahwa kecelakaan tersebut sepenuhnya merupakan kesalahan Schumacher. Patrick Head dari tim Williams menyatakan kepada majalah F1 Racing bahwa pada tahun 1994, "Williams sudah 100% yakin bahwa Michael bersalah melakukan tindakan curang", tetapi tidak memprotes gelar Schumacher karena tim masih berurusan dengan kematian Ayrton Senna.[6] Schumacher dicap sebagai pihak yang bersalah oleh masyarakat Inggris atas insiden tersebut. Pada tahun 2003, BBC melakukan pencarian untuk "Momen Paling Tidak Sportif" dengan insiden di Adelaide yang masuk nominasi.[7] Penampilan Hill di musim 1994 membuatnya memenangkan BBC Sports Personality of the Year tahun 1994.[8]
↑"'Ruthless' Schumi blasted". motoring.iafrica.com. Diarsipkan dari asli tanggal 4 February 2008. Diakses tanggal 27 January 2016.
↑"Most unsporting moment?". news.bbc.co.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 20 June 2003. Diakses tanggal 27 January 2016. Reader's "Have your Say" voting for the most unsporting moment in history. Diego Maradona's "Hand of God" goal won the award in June 2003.