Gletser Timpanogos terletak di lereng timur Gunung Timpanogos, di dalam sebuah lembah cerek yang menghadap ke utara. Puncak gunung tempat gletser ini berada memiliki ketinggian sekitar 11.749 kaki atau setara dengan 3.581 meter di atas permukaan laut.[3] Berdasarkan catatan sejarah geologi dan observasi lapangan pada awal abad ke-20, Gletser Timpanogos dahulu dikategorikan sebagai gletser sejati dengan keberadaan rekahan atau crevasse yang menunjukkan adanya pergerakan massa es aktif. Namun kondisi ini berubah drastis akibat kekeringan panjang selama periode Dust Bowl pada dekade 1930-an, yang menyebabkan lapisan es permukaan mencair secara signifikan dan meninggalkan hanya sisa lapisan es yang tertimbun di bawah material runtuhan batuan. Saat ini gletser ini secara umum diklasifikasikan sebagai gletser batu, yaitu jenis gletser yang sebagian besar terdiri atas campuran batuan lepas dan es yang terkubur di bawahnya.[4] Pada tahun 1994, sejumlah peneliti dan pejalan gunung melaporkan terbentuknya celah besar di antara batuan yang memperlihatkan adanya saluran air lelehan (meltwater channel) di bawah permukaan.[5]
Pada periode yang sama, tim dari Universitas Brigham Young (BYU) melakukan penggalian sedalam tiga hingga lima kaki (0,9–1,5 meter) untuk mencapai lapisan es dengan tujuan memperoleh contoh inti dan meneliti morfologi kristal es. Namun, hasil pengambilan sampel dilaporkan terkontaminasi sehingga analisis lebih lanjut tidak berhasil dilakukan.[4]
Peran
Air dalam bentuk es glasial berperan penting dalam membentuk ciri-ciri geomorfologi Gunung Timpanogos. Urutan glasial di wilayah ini telah menjadi objek kajian geologi terbatas, tetapi data yang ada menunjukkan keberadaan beberapa periode aktivitas glasial. Berdasarkan hasil penelitian geologi, di daerah Timpanogos terdapat tiga fase utama aktivitas glasial yang ditentukan melalui keberadaan morena dan endapan till glasial, serta melalui tingkat pelapukan dan vegetasi yang berkembang di atas endapan tersebut. Pada lereng Gunung Timpanogos terdapat lembah cerek berukuran besar, yaitu cekungan berbentuk mangkuk yang umumnya menjadi tempat awal pembentukan gletser. Bentuk cirque ini menunjukkan karakteristik bentang alam glasial yang jelas, seperti dinding curam dan dasar melengkung. Berdasarkan data curah hujan dan kondisi iklim setempat, cirque tersebut diperkirakan pernah menampung satu-satunya gletser berumur Holosen di wilayah Pegunungan Wasatch. Gletser tersebut kemungkinan terbentuk pada masa Zaman Es Kecil sekitar pertengahan abad ke-19, ketika suhu regional lebih rendah dibandingkan kondisi modern.[6][7]
↑Thornberry-Ehrlich, T. (2006). Timpanogos Cave National Monument Geologic Resource Evaluation Report. Natural Resource Report NPS/NRPC/GRD/NRR–2006/013. U.S. Department of the Interior, National Park Service. Diakses secara daring dari https://npshistory.com/publications/tica/nrr-2006-013.pdf
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.