Paus bermukim di Vatikan, enklave di Roma. Menjadi pusat utama untuk ziarah Kristen sejak Kekaisaran Romawi, Roma umumnya dianggap sebagai "rumah" bagi Gereja Katolik, sejak Santo Petrus bermukim, melayani, menjabat sebagai uskup dan meninggal di kota tersebut.[2]Relik-reliknya berada di Roma bersama dengan relik-relik Santo Paulus, serta beberapa orang kudus lainnya dari gereja perdana.
Kekristenan tiba di semenanjung Italia pada abad pertama, mungkin oleh para pelancong, pedagang, atau tentara yang tidak dikenal. Surat kepada Jemaat di Roma dari Rasul Paulus ditujukan dan membuktikan kehadiran orang Kristen Roma pada abad pertama. Umat Kristiani di Roma juga berhubungan dengan Santo Petrus dan Rasul Paulus, keduanya pergi ke Roma untuk misi dan akhirnya menjadi martir di sana. Salah satu uskup dan paus Italia pertama adalah Klemens dari Roma yang menulis surat kepada komunitas Kristen di Korintus (1 Klemens) sekitar tahun 96 M.
Pada tahun 2021 sekitar 79,2% populasi Italia mengidentifikasi diri sebagai Katolik.[3] Italia memiliki 225 keuskupan dan keuskupan agung, lebih banyak dari negara mana pun di dunia kecuali Brasil. Italia juga memiliki jumlah paroki terbesar (25.694), rohaniwati (biarawati) wanita (102.089) dan rohaniwan pria (23.719), dan imam (pastor) (44.906 termasuk sekuler (yaitu diosesan) dan religius (milik lembaga keagamaan laki-laki)).
Para uskup di Italia membentuk Conferenza Episcopale Italiana sebagai badan kolaboratif untuk melakukan fungsi-fungsi tertentu yang ditentukan oleh Hukum Kanonik. Tidak seperti kebanyakan konferensi waligereja, presiden konferensi Italia ditunjuk oleh Paus, dalam kapasitasnya sebagai Primat Italia. Sejak Mei 2022, ketua konferensi uskup adalah Kardinal Matteo Maria Zuppi.
↑"Special Eurobarometer 516". European Union: European Commission. September 2021. Retrieved 24 September 2021 – via European Data Portal (see Volume C: Country/socio-demographics: IT: Question D90.2.).
Daftar dikelompokkan menurut provinsi gerejawi. S.: Keuskupan suburbikaris, A.: Keuskupan agung (metropolit maupun non-metropolit), P.T.: Prelatur teritorial, K.T.: Keabasan teritorial