Gereja Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria (HTBSPM) adalah sebuah gereja parokiKatolik yang terletak di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Gereja ini menjadi pusat Paroki Buah Batu, yang berada di bawah yurisdiksi Keuskupan Bandung dan termasuk dalam wilayah Dekanat Bandung Selatan. Nama gereja ini diambil dari Hati Maria Tak Bernoda, yakni sebuah devosi dalam Gereja Katolik. Pengelolaan pastoral gereja ini dilaksanakan oleh para imam diosesan Keuskupan Bandung.
Sejarah
Pada 19 Februari 1962 Uskup Bandung, Pierre Marin Arntz, O.S.C., mendirikan Yayasan Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria untuk mendapatkan status hukum atas sebuah lahan yang dibeli di daerah Buah Batu. Saat itu lahan belum digunakan untuk aktivitas apapun.
Pada 15 November 1972, Perayaan Ekaristi dilaksanakan di Jalan Galunggung. Misa kemudian secara rutin di lokasi tersebut. Beberapa waktu kemudian, Perayaan Ekaristi berpindah tempat dan diselenggarakan di dua lokasi, yakni di SLTP Slamet Riyadi di Kebon Kangkung dan di ruang makan rumah pembinaan para frater diosesan Keuskupan Bogor yang terletak di Jalan Suryalaya.
Pada 16 Januari 1976, sejumlah umat berkumpul untuk merencanakan pembangunan gedung gereja di kawasan Buah Batu. Mereka saat itu berkumpul di Pastoran Gereja Salib Suci, Kamuning. Pada 11 Juni 1976, Uskup Arntz meresmikan panitia pembangunan gereja untuk kawasan Bandung Tenggara. Pembangunan gereja sempat mengalami kendala dalam hal perizinan hingga tahun 1981. Izin Mendirikan Bangunan kemudian diterbitkan oleh Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bandung Husen Wangsaatmadja pada 19 Agustus 1982.
Plakat peresmian.
Pembangunan gereja kemudian dimulai pada 10 Oktober 1982 dengan perencana Aji Harsadi bersama PT Budaya. Adapun pelaksana pembangunan ialah PT Duta Sarana Pura. Pembangunan aula selesai pada April 1983 sehingga Perayaan Ekaristi dapat diselenggarakan di lokasi tersebut. Pada 11 Desember 1983, Mgr. Arntz meresmikan dan memberkati gedung Gereja Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria. Prasasti peresmian gereja ditandatangani pada 13 Desember 1983 oleh Mgr. Arntz dan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bandung, Ateng Wahyudi.
Pada 17 Agustus 2023, Mgr. Anton memberkati Ruang Doa Adorasi "Gracia" sebagai tempat Devosi akan adorasi Ekaristi.[1]
Pada 8 September 2023, Gereja Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria menjadi lokasi penyelenggaraan tahbisan imamat bagi empat orang imam diosesan Keuskupan Bandung dan satu orang imam Ordo Salib Suci.[2]
Gereja Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria berdiri di atas lahan seluas 4.600 meter persegi. Panti umat dapat menampung hingga 3.500 umat. Pola sirkulasi gereja memusat, dengan pusat dari kawasan adalah bangunan utama gereja.[4]
Peribadatan
Tampak dalam gereja.
Gereja ini menyelenggarakan misa harian dan misa mingguan. Liturgi diselenggarakan dalam Bahasa Indonesia.
Galeri
Eksterior
Eksterior gereja pada tahun 2025
Eksterior gereja pada tahun 2025
Pintu utama gereja
Porta Sancta (Pintu Suci) dalam rangka Yubileum 2025