GerayangSebuah tanda di luar sepeda yang diparkirkan di Chiba, Jepang, yang bertuliskan "Jangan menggerayang"
Ketika digunakan dalam konteks seksual, gerayang[1] adalah menyentuh atau meraba orang lain dengan cara seksual yang tidak dipersilahkan menggunakan tangan. Istilah tersebut umumnya memiliki pengartian yang negatif dalam beberapa masyarakat, dan dianggap sebagai serangan seksual. Menyentuh tubuh seseorang saat aktivitas seksual, pemijatan, atau pengujian pengobatan tidak selalu dianggap menggerayang. Bagian tubuh yang biasanya digerayangi meliputi bokong, buah dada, dan paha pada wanita, dan penis, buah zakar dan bokong pada pria. Penggerayang tak hanya menggunakan tangan mereka, tetapi dapat menggunakan bagian tubuh mereka yang lain terhadap orang lain yang dapat digunakan untuk menggerayang.
Sebuah tanda pada sebuah platform stasiun di Osaka, Jepang, yang menunjukan bagian gerbong yang hanya khusus untuk perempuan.
Pada Jepang, pria yang menggerayang wanita di tempat publik disebut chikan (痴漢, チカン, or ちかん); dan istilah tersebut juga digunakan untuk menyebut tindakan itu sendiri. Gerbong-gerbong kereta adalah tempat kesukaan untuk menggerayang dan sebuah survei 2001 yang diadakan di dua sekolah tinggi Tokyo menemukan bahwa lebih dari 70% pelajar digerayang ketika berada dengan mereka. Sebagai bagian dari menumpas masalah tersebut, beberapa perusahan kereta api merancang gerbong khusus penumpang perempuan pada saat jam kerja.[5][6][7]