Seekor tegu hitam putih (Salvator merianae, spesies kadal dari Argentina) sedang menunggangi betina yang telah mati selama dua hari dan mencoba untuk mengawininya.[1]
Nekrofilia sebagai orientasi umum tak pernah di jelaskan dalam literartur psikoanalisis meskipun berkaitan dengan sadistik-analFreud.[2]
Erich Fromm mendefinisikan lebih luas istilah nekrofilia. Nekrofilia tidak hanya sekadar ketertarikan seksual terhadap mayat. Nekrofilia berarti kecintaan terhadap kematian, kehancuran, dan semua hal yang berhubungan dengan 'hal yang berhenti'.[2]
Klasifikasi
Psikolog Forensik Anil Aggrawal memperkenalkan sepuluh tingkatan klasifikasi penderita nekrofilia berdasarkan pada meningkatnya tingkat keparahan gangguan tersebut.[6]
Stadium
Nama
Karakteristik
Stadium I
Bermain peran
Orang-orang yang terangsang ketika berpura-pura pasangannya sudah meninggal selama aktivitas seksual.
Stadium II
Nekrofilia romantis
Orang-orang yang berduka yang tetap melekat dan bergairah pada jasad kekasihnya yang telah meninggal.
Stadium III
Fantasi nekrofilia
Orang yang berfantasi tentang nekrofilia, tetapi tidak berinteraksi secara fisik dengan mayat.
Stadium IV
Nekrofilia taktil
Orang yang terangsang dengan menyentuh atau membelai mayat, tanpa melakukan hubungan seksual.
Stadium V
Fnekrofilia etik
Orang yang mengeluarkan benda atau bagian tubuh dari mayat untuk memenuhi Fetisisme seksual, tanpa melakukan hubungan seksual.
Stadium VI
Nekromutilomania
Orang yang memperoleh kenikmatan dengan memutilasi mayat sambil masturbasi, tanpa melakukan hubungan intim.
Stadium VII
Nekrofilia oportunistik
Orang yang biasanya tidak tertarik pada nekrofilia, tetapi mengambil kesempatan ketika hal itu muncul.
Stadium VIII
Nekrofilia biasa
Orang yang lebih suka berhubungan dengan orang yang sudah meninggal.
Stadium IX
Nekrofilia pembunuh
Nekrosadis,[7] orang yang membunuh seseorang untuk berhubungan seks dengan korban.
Stadium X
Nekrofilia eksklusif
Orang yang mempunyai minat khusus untuk berhubungan seks dengan mayat, dan tidak bergairah sama sekali dengan pasangan yang masih hidup.
123Fromm, Erich (Juni 2020) [1963]. Perang dalam Diri Manusia[War Within Man: A Psychological Enquery Into The Roots of Destructiviness. A Stuy and Commentary in the Beyond Deterrence Series]. Diterjemahkan oleh Kharisma Sari, Aquarina. Yogyakarta: IRCiSoD. hlm.15. ISBN978-623-7378-49-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Aggrawal, Anil (2009). "A new classification of necrophilia". Journal of Forensic and Legal Medicine. 16 (6): 316–20. doi:10.1016/j.jflm.2008.12.023. PMID19573840. (perlu berlangganan)