Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Geranium sanguineum di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)
Nama genus berasal dari bahasa Yunani γέρανος ("géranos"), yang berarti bangau, mengacu pada kapsul buah yang menyerupai paruh burung. Nama Latin spesifik sanguineum berarti 'merah darah'; Linnaeus mengutip buku Gaspard Bauhin tahun 1623 Pinax theatri botanici sebagai sumber nama tersebut, yang pada gilirannya merujuk (" sanguinaria radix ") pada akar berwarna merah darah.[2]
Keterangan
Geranium sanguineum mempunyai bentuk kehidupan tumbuhanhemikriptofita, dengan tunas musim dingin terletak tepat di bawah permukaan tanah, dan sumbu bunga kurang lebih tegak dengan beberapa daun. Ia memiliki rimpang yang tebal. Batangnya sujud hingga menanjak, berkembang baik, banyak bercabang, dan berbulu. Rata-rata mencapai 30–50 sentimeter (12–20in) tingginya.[3] Daun petiolate mempunyai lima lobus (atau ruas), masing-masing ruas berbentuk tripartit dengan gigi besar. Bunganya dihasilkan sendiri-sendiri (tidak berkelompok, seperti pada banyak spesies Geranium lainnya), 2,5–4diameter cm, dengan lebar kelopak 12–18mm, dan berwarna merah cerah.[4] Periode berbunga berlangsung dari Mei hingga Oktober. Bunganya bersifat hermafrodit dan diserbuki oleh serangga ( entomofili ). Pengunjung bunga yang paling umum adalah Syrphidae dan Hymenoptera, tetapi juga kupu-kupu dan Coleoptera. Buahnya merupakan skizokarpa yang pecah menjadi lima merikarpa saat matang.[3]
Distribusi
Geranium sanguineumberasal dari sebagian besar daerah beriklim sedang hingga subarktik di Eropa dan Asia Barat. Ini juga sering digunakan sebagai taman pelarian yang jauh dari situs aslinya.[5]
Habitat
Ini biasanya ditemui di padang rumput, terutama melimpah di bukit pasir pantai,[6] tetapi juga di hutan terbuka di tanah berkapur, termasuk lereng berbatu. Ia lebih menyukai pH netral, dengan nilai gizi rendah, pada ketinggian 0 hingga 1.200 meter (0 hingga 3.937ft) di atas permukaan laut.[3]