Citra tematik suhu permukaan yang diambil oleh satelit Sentinel-3 dari Program Copernicus pada hari Selasa, 26 Mei.
Mulai akhir Mei 2026, beberapa gelombang panas ekstrem melanda Eropa. Rekor suhu terpecahkan di Austria, Belgia, Ceko, Denmark, Prancis, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Polandia, Rumania, Spanyol, dan Britania Raya.[9] Gelombang panas pertama dimulai pada 24 Mei dengan suhu di atas normal, yang menyebabkan sejumlah kematian. Suhu yang tercatat merupakan yang tertinggi untuk bulan Mei,[10][11] di mana perubahan iklim menyebabkan musim panas di Eropa Tengah tiba lebih awal.[12]Eropa Barat adalah wilayah yang paling terdampak, dengan laporan rekor suhu di Prancis,[13][14]Irlandia, dan Britania Raya. Negara-negara lain yang mengalami suhu sangat tinggi meliputi Portugal, dengan suhu mencapai 40 °C (104 °F), serta Spanyol, dengan suhu di wilayah barat daya mencapai 39 °C (102 °F).
Gelombang panas kedua yang lebih parah dimulai pada 17 Juni, hanya beberapa hari sebelum titik balik matahari musim panas.[15] Di Prancis, Météo-France menetapkan tanggal 23 Juni sebagai hari terpanas di negara itu sejak pencatatan dimulai pada tahun 1947; suhu mencapai 44,3 °C (111,7 °F) di Pissos, 42,1 °C (107,8 °F) di Bordeaux, dan mencatat rekor suhu bulan Juni sebesar 40,9 °C (105,6 °F) di Paris.[4][16] Di Britania Raya, suhu mencapai puncaknya pada 37,7 °C (99,9 °F). Pada 26 Juni, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa gelombang panas tersebut diperkirakan akan berdampak pada banyak wilayah di Eropa barat, tengah, dan selatan selama dua minggu berikutnya, dengan pusat panas kemungkinan akan bergeser ke arah Balkan.[17] Hingga 5 Juli, tercatat lebih dari 5.600 kematian tambahan. Analisis oleh World Weather Attribution menyimpulkan bahwa ini adalah gelombang panas paling parah yang pernah tercatat di wilayah yang diteliti, dan bahwa "hampir mustahil" untuk menjelaskan intensitasnya yang lebih tinggi dibandingkan gelombang panas Kepulauan Inggris tahun 1976 tanpa memperhitungkan faktor perubahan iklim.
Diskusi publik berfokus pada adaptasi perubahan iklim, target emisi nol bersih, dan peran pendingin udara di Eropa, wilayah yang penggunaan teknologinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan di Tiongkok dan Amerika Serikat.