Gelang Kano adalah salah satu aksesori tradisional yang menjadi bagian penting dari pakaian adat Lampung. Gelang ini dikenal dengan desain khas berbentuk menyerupai ban dengan bagian tengah yang menonjol. Bahan utama pembuatannya biasanya berasal dari logam berkualitas seperti kuningan atau chrome sepuh, yang kemudian dipoles dan dihiasi ornamen agar tampak indah serta berwibawa. Dalam konteks budaya Lampung, Gelang Kano bukan hanya sekadar perhiasan, tetapi juga mengandung nilai simbolisme dan filosofis yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat setempat.[1]
Desain dan Posisi Pemakaian
Secara tradisional, Gelang Kano dikenakan di kedua lengan kanan dan kiri, tepat di bawah gelang burung. Penempatan ini didasarkan pada ketentuan adat yang bersifat simbolik, sebab urutan aksesori dalam pakaian adat Lampung melambangkan hierarki dan tata nilai yang dijunjung tinggi. Baik laki-laki maupun perempuan dapat mengenakan Gelang Kano, menandakan sifatnya yang universal atau bisa digunakan oleh siapa saja. Posisi pemakaiannya juga menegaskan prinsip keteraturan dalam adat Lampung, di mana setiap unsur busana memiliki makna dan aturan tersendiri.
Makna Filosofis
Gelang Kano melambangkan harapan agar pemakainya senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan tercela. Selain itu, gelang ini juga dianggap sebagai simbol kejayaan, kegagahan, serta kemakmuran. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan filsafat hidup masyarakat Lampung, yakni Piil Pesenggiri yang menekankan harga diri, kehormatan, dan martabat dalam kehidupan masyarakat.[2]
Pengaruh Kebudayaan
Keberadaan Gelang Kano juga menunjukkan adanya akulturasi budaya, khususnya pengaruh Hindu-Buddha yang pernah berkembang di Lampung. Unsur filosofis dan bentuknya mencerminkan perpaduan nilai spiritual dan simbolis dari tradisi Hindu yang diserap ke dalam budaya lokal. Perpaduan ini menjadikan Gelang Kano sebagai identitas khas Lampung yang unik, menggabungkan tradisi lokal dengan unsur luar tanpa menghilangkan nilai-nilai inti masyarakat adat.
Perkembangan Modern
Pada masa kini, Gelang Kano tidak hanya terbatas pada upacara adat, tetapi juga telah mengalami inovasi dalam desain agar sesuai dengan selera modern. Perajin lokal berupaya menyesuaikan bentuk dan material gelang sehingga dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, termasuk acara formal maupun non-formal. Meskipun demikian, nilai simbolis dan filosofis yang terkandung tetap dipertahankan. Pelestarian Gelang Kano menjadi bagian penting dari upaya menjaga warisan budaya Lampung, sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda agar tetap relevan di tengah arus modernisasi.
Referensi
↑Khasanah, Nuria, "Liana" , "Iswahyudi", Binti Anisaul, Nida, (2021). "Etnomatematika pada Pakaian Adat Lampung". JURNAL e-DuMath. Volume 7 Number 1 (10.52657): '71-80'. doi:10.52657.; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
↑"Susilawati", "Susilawati" ('2025-01-31'). "Mengenal Atribut Pakaian Adat Lampung". Radio Republik Indonesia.;