Gedung Rumentang Siang merupakan bangunan bersejarah di Kota Bandung yang semula merupakan gedung bioskop. Gedung ini diresmikan sebagai gedung kesenian pada 16 Januari 1975 atas prakarsa Wahyu Wibisana, salah seorang penyair terkenal serta diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu yakni Solihin GP.[1][2]
Sejarah
Sebelum menjadi gedung kesenian, Gedung Rumentang Siang merupakan gedung bioskopdi tahun 1935 dengan nama Bioskop Rivoli yang arsitektur bangunannya bergaya art deco. Setelah kemerdekaan Indonesia, bioskop ini berganti nama menjadi Bioskop Fajar. Dari Bioskop Fajar, kemudian berganti fungsi menjadi gedung kesenian yang bernama Rumentang Siang seperti yang sudah dikenal dewasa ini.[3]
Nama Rumentang Siang memiliki arti, dari kata rumentang atau rentang yang artinya samar, dan siang yang berarti terang atau nyata. Dengan filosofis seperti ini, diharapkan kesenian serta kebudayaan di Kota Bandung akan senantiasa bercahaya.[3] Pada awal berdirinya gedung ini, masyarakat kota Bandung hanya memiliki Yayasan Pusat Kebudayaan sebagai tempat berkesenian.[1]
Kondisi saat ini
Semenjak alih fungsi menjadi gedung kesenian, gedung ini menjadi tempat bertukar pikiran para seniman terkenal. Pada awalnya, gedung ini hanya berfungsi sebagai tempat pertunjukkan teater. Seiring berjalannya waktu, gedung ini juga dipakai sebagai pertunjukan wayang golek, serta kegiatan kesenian yang lain.[3]