Gangguan perilaku (Conduct Disorder) adalah suatu gangguan mental di mana terdapat masalah pelanggaran norma sosial dan hak dasar orang lain yang berulang kali dan berkepanjangan.[1] Misalnya, agresi terhadap orang lain, perusakan properti, dan pencurian.[1] Masalah-masalah ini terjadi hingga menyebabkan kerusakan yang signifikan.[1] Komplikasinya bisa saja mencakup ADHD, penyalahgunaan zat dan bunuh diri.[1]
Faktor risikonya antara lain kecerdasan di bawah rata-rata, penolakan oleh orang tua, kekerasan terhadap anak, kelompok sebaya dengan masalah serupa, dan riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.[1] Diagnosis didasarkan pada deskripsi perilaku orang tersebut.[2] Ini dibagi menjadi beberapa jenis, berdasarkan apakah perilaku itu dimulai sebelum atau setelah usia sepuluh tahun.[2] Sering kali hal ini merupakan pertanda awal dari gangguan kepribadian antisosial, yang karena definisinya tidak terdiagnosis hingga usia 18 tahun.[3][2]
Pengelolaan dapat mencakup pelatihan orangtua, pelatihan pengelolaan kemarahan, konseling individu, dan dukungan sekolah.[2] Kondisi kesehatan mental yang berkaitan dengannya mungkin mendapat manfaat dari pengobatan gangguan ini.[2] Hasilnya bervariasi, dan mungkin sulit membuat orang mau menerima pengobatan.[2]
Sekitar 2 hingga 10% dari populasi terkena gangguan perilaku.[2] Pada tahun 2013, diperkirakan gangguan ini terdapat pada 51,1 juta orang di seluruh dunia.[4] Laki-laki lebih sering terkena dibandingkan perempuan.[2] Meskipun biasanya gejala awal timbul pada masa kanak-kanak, tetapi kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa.[1] Kondisi ini diperkenalkan dalam DSM-II pada tahun 1968.[5]