kuno
Pada zaman kuno, wilayah Kyushu utara, terutama di sekitar Prefektur Fukuoka, merupakan pusat kepercayaan laut di Jepang. Di daerah ini, terdapat kepercayaan terhadap dewa laut seperti Wadatsumi(ワダツミ) dan Munakata Sanjin(宗像三神), yang dianggap sebagai salah satu sistem kepercayaan maritim tertua di Jepang. Menariknya, beberapa aspek dari kepercayaan ini menunjukkan kemiripan dengan kepercayaan Nirai Kanai dari Okinawa, yang juga berakar pada pemujaan laut.[5][6][7]
Karena hubungan yang erat dengan laut sejak dahulu kala, wilayah ini juga memiliki tradisi penyelaman laut yang masih hidup hingga sekarang. Profesi penyelam tradisional yang disebut Ama(海人), yaitu orang-orang yang menyelam ke laut untuk mengumpulkan kerang dan rumput laut, masih dapat ditemukan di beberapa daerah.[8]
Selama Zaman Yayoi, wilayah sekitar Kota Fukuoka modern dipercaya sebagai lokasi negara kuno Nakoku(奴国), sedangkan daerah Itoshima menjadi pusat dari negara Itokoku(伊都国). Wilayah ini diperkirakan merupakan salah satu pusat peradaban utama di Jepang dari Zaman Yayoi hingga awal Zaman Kofun.[9][10]
Namun, karena keterbatasan catatan sejarah dari periode tersebut, terdapat teori bahwa wilayah Kyushu, khususnya di sekitar Fukuoka, pernah memiliki sistem kerajaan yang independen dari pusat kekuasaan Jepang di Honshu pada saat itu.[11][12]
Prefektur Fukuoka mencakup wilayah bekas provinsi Chikugo, Chikuzen, dan Buzen.[13] Provinsi-provinsi ini merupakan bagian dari sistem administratif lama Jepang yang kemudian digantikan oleh sistem prefektur modern.
Kuil dan Tempat Ibadah
Di Prefektur Fukuoka terdapat beberapa kuil Shinto utama (ichinomiya) seperti Kōra Taisha, Sumiyoshi-jinja, dan Hakozaki-gū.[14]
Prefektur Fukuoka juga memiliki beberapa kuil Buddha yang bersejarah. Banyak biksu yang kembali dari Tiongkok setelah menyelesaikan studi mereka mendirikan kuil-kuil di jantung kota Hakata (sekarang bagian dari kota Fukuoka). Biksu Eisai mendirikan Shōfuku-ji, yang saat ini dikenal sebagai kuil zen tertua di Jepang. Biksu Kukai mendirikan Tōchō-ji, dan Jōten-ji dibangun oleh Enni, yang juga dikenal sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan mie udon ke Jepang. Kuil tertua di prefektur ini adalah Kanzeon-ji yang didirikan oleh Kaisar di Dazaifu pada abad ke-7 untuk menghormati ibunya. Kanzeon-ji, bersama dengan Kaidan-in, yang dulunya merupakan bagian dari kuil yang sama, adalah salah satu dari tiga tempat di Jepang di mana biksu Buddha dapat ditahbiskan.
Selama periode shogun Tokugawa ketika negara dikuasai oleh 300 penguasa feodal lokal (daimyo), seorang daimyo penting bernama Arima Toyōji, dipindahkan ke wilayah ini. Ia memindahkan kuil keluarganya ke Kota Kurume. Kuil zen ini kini dikenal sebagai Bairin-ji dan menjadi pusat penting untuk praktik Zen di Prefektur Fukuoka dan Kyushu. Lokasinya berada di tepi barat Sungai Chikugo, berdekatan dengan stasiun Shinkansen Kota Kurume.