Francis Doyle GleesonSJ (17 Januari 1895–30 April 1983) adalah seorang prelatGereja Katolik Roma Amerika Serikat. Ia menjadi uskup pertama Keuskupan Fairbanks di Alaska dari 1962 sampai 1968, setelah sebelumnya menjabat sebagai vikaris apostolik Vikariat Alaska dari 1948 sampai 1962.
Biografi
Kehidupan awal
Francis Gleeson lahir pada 17 Januari 1895, di Carrollton, Missouri, dari pasangan Charles dan Mary (Doyle) Gleason, namun kemudian pindah dengan keluarganya ke Yakima, Washington.[1] Ia menerima pendidikan awal di sekolah parokial Gereja Santo Yosef, Yakima. Gleeson kemudian masuk Marquette Catholic High School di Yakima sebelum masuk Universitas Gonzaga di Spokane, Washington. Ia bergabung dengan Serikat Yesus pada 1912, dan belajar filsafat di Mount St. Michael Scholasticate, Spokane. Gleeson kemudian belajar teologi di Kolese Santo Fransiskus Xaverius, Oña, Spanyol.[1]
Imamat
Gleeson ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Jaime Viladrich y Gaspar untuk Serikat Yesus di Oña pada 29 Juli 1926.[2] Kembali ke Washington, ia menjabat sebagai rektor Bellarmine Preparatory School di Tacoma, Washington.[1] Ia kemudian diangkat menjadi petinggi Misi Santo Stanislaus di Lewiston, Idaho; rektor novisiat Yesuit di Sheridan, Oregon; dan petinggi Misi Indian Santa Maria di Omak, Washington.[1]
Saat keuskupan Juneau didirikan pada 23 Juni 1951, Keuskupan Fairbanks menjadi hanya meliputi Alaska Utara. Pada 8 Agustus 1962, Paus Yohanes XXIII mengangkat Gleeson menjadi uskup pertama Keuskupan Fairbanks. Dari 1962 sampai 1965, ia menghadiri seluruh empat sesi Konsili Vatikan Kedua di Roma.[3]
Pengunduran diri dan warisan
Paus Paulus VI menerima pengunduran diri Gleeson dari jabatan uskup Fairbanks pada 15 November 1968, dan mengangkatnya menjadi uskup tituler Cuicul.[3] Francis Gleeson meninggal pada 30 April 1983.[2]
Dalam sebuah gugatan hukum tahun 2004, Gleeson dituduh menamengi pekerja awam yang dituduh secara seksual melecehkan sejumlah anak-anak di banyak desa pribumi Alaska. Tiga puluh tiga orang dari desa-desa seperti Stebbins, St. Michael dan Hooper Bay, menuduh Joseph Lundowski melakukan sejumlah serangan. Gugatan tersebut menyatakan bahwa Gleeson menyadari kejahatan Lundowski, memindahkannya dari satu tempat ke tempat lainnya.[4]
Referensi
1234Curtis, Georgina Pell (1961). The American Catholic Who's Who. Vol.XIV. Grosse Pointe, MI: Walter Romig.