Statistik terbaru dimutakhir pada 21 November 2011.
Florian Mayer (lahir 5 Oktober 1983) adalah pemain tenis profesional asal Jerman. Ia bermain di ATP World Tour dan Challenger. Ia telah memenangkan sembilan gelar Challenger, yang membantunya tetap berada di posisi 50 besar peringkat ATP.
Mayer mencapai peringkat tertingginya, ke-18, pada 6 Juni 2011. Juga, pada tahun 2011, Mayer memenangi satu gelar ATP setelah empat kali kalah di babak final.
Mayer diketahui sebagai pemain yang memiliki cara bermain tidak lazim. Ia memiliki ayunan panjang pada pukulan forehand dan backhand dan menggunakan banyak irisan berbeda pada backhandnya. Ia juga terkenal dengan backhand dropshot melompatnya yang harus membuat lawannya waspada dengan kaki belakangnya.
Selanjutnya, di Hamburg, Mayer mengalahkan Rainer Schüttler dengan skor 6–7(3), 6–3, 6–3, sebelum dikalahkan David Ferrer dengan skor 3–6, 2–6 di putaran kedua.[1]
Di Bangkok, Mayer harus melalui tahap kualifikasi. Mendapatkan bye di putaran pertama kualifikasi, ia harus berhadapan dengan petenis JepangTatsuma Ito dan berakhir dengan kemenangan 6–3, 6–2.[1] Pada akhirnya, ia melaju ke babak utama setelah mengalahkan Donald Young 6–2, 6–4.[1] Perjalanannya terhenti setelah dikalahkan Marco Chiudinelli di putaran pertama babak utama, dengan skor 3–6, 3–6.[1]
Kemudian, Mayer bermain di turnamen seri 500 ATP World Tour di Beijing, Tiongkok. Ia harus melalui dua tahap kualifikasi untuk melaju ke babak utama. Di putaran pertama kualifikasi, ia harus berhadapan dengan Michael Yani dan berakhir dengan kemenangan 7–6(1), 6–4.[1] Di putaran kedua, lawannya Sebastien de Chaunac memutuskan berhenti saat skor masih 4–1 di set pertama, yang mengartikan Mayer melaju ke babak utama.[1] Setelah lolos ke babak utama, ia langsung dikalahkan James Blake di putaran pertama, dengan skor 3–6, 6–3, 3–6.[1]
Turnamen selanjutnya adalah turnamen ATP World Tour Masters 1000 di Shanghai. Mayer tetap harus menjalani tahap kualifikasi. Putaran pertama, ia berhasil mengalahkan petenis tuan rumah Di Wu dengan skor 6–0, 6–2.[1] Kemudian, ia mengalahkan petenis IsraelNoam Okun dengan skor 6–3, 6–4 untuk memuluskan langkahnya melaju ke babak utama.[1] Saat berlaga di babak utama, secara mengejutkan Mayer mengalahkan sesama petenis Jerman Philipp Petzschner dengan skor 6–3, 6–2 di putaran pertama.[1] Kemudian, di putaran kedua, ia harus takluk di tangan Tommy Robredo dengan skor 6–4, 6–7(10), 4–6.[1] Setelah itu, di turnamen seri 250 ATP World Tour di St. Petersburg, ia kalah melawan petenis Latvia, Ernests Gulbis dengan skor 3–6, 6–7(3) di putaran pertama.[1]
Mayer menutup musim 2009 dengan bermain di sisa dua Challenger, Jersey kedua (Britania Raya) dan Salzburg (Austria), dengan sama-sama tereliminasi di putaran kedua, secara berturut-turut dikalahkan Tobias Kamke dan Karol Beck dengan skor 3–6, 4–6 dan 4–6, 7–6(6), 6–7(2).[1]
Di samping itu, ia juga mewakili Jerman di Piala Davis, masing-masing mengalahkan Izak van der Merwe dengan skor 6–3, 3–6, 6–1, 7–6(6) dan Rik de Voest dengan skor 6–3, 6–7(8), 6–2 di Pertandingan Penentuan Grup Dunia.[2] Mayer menutup musim 2010 dengan kekalahan beruntun di putaran pertama, masing-masing di turnamen seri 250 di Wina (Austria) dan seri 500 di Basel (Swiss),[2] dan jumlah menang-kalah 23–18 beserta jumlah hadiah uang $513,955.
2011
Mayer memulai musim 2011 dengan cara yang sedikit berbeda. Dalam persiapannya menuju Australia Terbuka, ia mencapai perempatfinal Brisbane International dan semifinal Medibank International di Sydney, Australia. Pada penyelenggaraan Australia Terbuka 2011 di Melbourne, secara mengejutkan Mayer mengalahkan finalis Doha Nikolay Davydenko dalam empat set, kemudian dikalahkan Kei Nishikori di putaran kedua.[3] Dua minggu setelahnya, ia kembali mencapai babak semifinal, kali ini di Zagreb. Untuk mencapai babak semifinal, ia mengalahkan unggulan teratas Marin Čilić 6–3, 6-4, dan di babak semifinal, ia dikalahkan oleh rekan senegaranya Michael Berrer. Dengan hasil ini, ia merupakan petenis peringkat pertama Jerman di Peringkat ATP.
Kemudian, Mayer bermain di beberapa turnamen dan mendapatkan hasil yang beragam. Ia dikalahkan Novak Djokovic pada perempatfinal sebuah turnamen di Dubai,[3] kemudian saat mewakili Jerman di Piala Davis, ia dikalahkan Marin Čilić dengan lima set di pertandingan tunggal (Jerman melawan Kroasia di Piala Davis), lalu takluk di tangan Andrey Golubev dua set langsung di Indian Wells, kemudian mencapai putaran keempat Miami Masters sebelum dikalahkan Tomas Berdych dengan skor 3–6, 6–2, 6–7(4), dan di Monte Carlo harus bertekuk lutut melawan petenis PortugalFrederico Gil,[3] sampai akhirnya mencapai babak final BMW Open di Munich, ketika kalah melawan Nikolay Davydenko 3–6, 6–3, 1–6. Kemudian, cedera membuatnya takluk di tangan Thomaz Bellucci saat ia memutuskan berhenti di putaran kedua Mutua Madrid Open (sebelumnya mengalahkan Viktor Troicki tiga set).[3]
Di Kejuaraan Beregu Dunia, ia membawa Jerman menjadi juara turnamen. Di babak penyisihan grup, ia mengalahkan Viktor Troicki 6-2, 6–2, dan Marcel Granollers 4–6, 6–4, 6–2, dan membawa Jerman menjadi pemuncak klasemen penyisihan grup. Kemudian, di babak final, ia mengalahkan Juan Mónaco asal Argentina 7–6(4), 6–0 untuk membawa Jerman menjadi juara.[3]
Selanjutnya, ia mencapai perempatfinal di Hamburg sebelum tereliminasi di putaran pertama dua turnamen Masters 1000, di Montreal dan Cincinnati secara berurutan.[3] Di AS Terbuka, ia berhasil mengalahkan Adrian Mannarino dan Jean-Rene Lisnard di dua putaran awal, sebelum takluk di tangan David Ferrer 1–6, 2–6, 6–7(2).[3] Ia memenangkan turnamen ATP pertamanya di Bukares setelah mengalahkan Pablo Andújar 6–3, 6–1 di babak final.[3] Sebelum menutup musim dengan kekalahan di putaran kedua BNP Paribas Masters, ia terlebih dahulu tersisih di putaran kedua Beijing (di sini ia mengalahkan petenis nomor dua Rafael Nadal 7–6, 6–3 di putaran ketiga) dan perempatfinal Shanghai Rolex Masters dan Basel.[3]
Prestasi
Tunggal
Keterangan (sblm/stlh 2009)
Turnamen Grand Slam (0)
Piala Masters Tenis/ Final ATP World Tour (0)
Seri Master ATP / ATP World Tour Masters 1000 (0)
Seri Emas Internasional ATP / Seri 500 ATP World Tour (0)
Seri Internasional ATP / Seri 250 ATP World Tour (1–4)
Menang turnamen, atau mencapai babak Final, Semifinal, Perempatfinal, Putaran 4, 3, 2, 1, bermain di Penyisihan Grup atau kalah di Putaran ke-3, 2, 1 kualifikasi. Absen dari turnamen atau berpartisipasi di turnamen beregu, bermain di Piala Davis Grup Zona (dengan tanda angka) atau Pertandingan Penentuan, meraih medali perak atau perunggu di Olimpiade. Yang terakhir untuk turnamen Masters Series/1000 yang turun kelas (bukan Masters Series).