Sejarah
Klub ini didirikan pada 16 November 1909 melalui penggabungan dua klub, Sparta dan Eindhovia. Klub ini kemudian dinamai E.V.V. (Eindhovense Voetbal Vereniging).[1][2] Warna klub adalah biru dan putih, dengan warna biru berasal dari lambang kota Eindhoven pada masa itu.[2] E.V.V. awalnya bermain di Brabantse Voetbalbond, sebuah liga regional, tetapi setelah beberapa tahun bergabung dengan NVB, liga nasional.
Pada tahun 1921, E.V.V. bergabung dengan klub lokal Gestel dan mengganti nama menjadi E.V.V. Eindhoven.[1][2] Pada akhir tahun 1930-an, klub ini meraih kesuksesan pertamanya dengan menjuarai Piala KNVB pada tahun 1937. Pada tahun 1939, E.V.V. Eindhoven menjadi juara Divisi 1 Wilayah Selatan dan berkompetisi dalam perebutan gelar juara Belanda melawan klub-klub seperti DWS, NEC, Ajax, dan Achilles 1894. Mereka akhirnya finis di posisi keempat.
Pada tahun 1950, E.V.V. Eindhoven memiliki pemain pertama yang tampil untuk tim nasional Belanda, yaitu Noud van Melis. Tidak lama kemudian, Frans Tebak dan Dick Snoek juga mengikuti jejaknya.[1] Pada tahun 1954, E.V.V. Eindhoven menjadi juara liga Belanda terakhir sebelum diperkenalkannya liga profesional.[3][4]
Setelah sistem profesional diperkenalkan pada tahun 1954, klub bermain di Eredivisie hingga tahun 1957 sebelum terdegradasi ke Eerste Divisie. Pada tahun 1969 mereka kembali terdegradasi ke Tweede Divisie. Dua tahun kemudian klub berhasil promosi kembali ke Eerste Divisie, dan pada tahun 1975 mereka promosi lagi ke Eredivisie. Namun pada tahun 1977, E.V.V. Eindhoven kembali terdegradasi ke Eerste Divisie, dan sejak saat itu tetap bermain di kompetisi tersebut.[5]
Pada tahun 1997, E.V.V. Eindhoven berubah dari klub profesional menjadi klub amatir. Sebuah klub profesional baru kemudian didirikan dengan nama SBV Eindhoven (Stichting Betaald Voetbal Eindhoven), yang pada tahun 2002 mengganti namanya menjadi FC Eindhoven.[1][2]
Pada musim 2009–10, FC Eindhoven lolos ke play-off promosi Eredivisie. Mereka berhasil melewati putaran pertama setelah mengalahkan AGOVV Apeldoorn dengan agregat 4–2. Namun pada babak berikutnya mereka menghadapi Willem II yang sedang berjuang menghindari degradasi dan kalah dengan agregat 3–2.
Pada musim 2011–12, FC Eindhoven finis di posisi ketiga meskipun pelatih Ernest Faber meninggalkan klub pada Maret 2012 untuk menjadi asisten Dick Advocaat di PSV. Dalam playoff promosi, mereka kalah dari Helmond Sport dengan agregat 3–0 (1–0 pada leg pertama dan 2–0 pada leg kedua).
Erwin Koeman, pengganti Ernest Faber, meninggalkan klub pada musim panas 2012 dan digantikan oleh John Lammers. Di bawah asuhan Lammers, musim 2012–13 berakhir mengecewakan dengan posisi ke-16, hanya berada di atas dua tim yang nilai poinnya menjadi nol karena kebangkrutan.[6] Namun pada musim 2013–14, performa klub meningkat pesat dengan finis di posisi keenam dan lolos ke play-off promosi. Di sana mereka menghadapi Sparta Rotterdam dan kalah dengan agregat 3–1.
Hasil klub terus membaik dalam dua musim berikutnya hingga mencapai posisi kedua pada musim 2014–15, tetapi kembali gagal promosi setelah kalah di play-off.[1][4] Mereka mendapat kesempatan promosi lagi pada musim berikutnya, namun kembali gagal.
Setelah itu klub mengalami penurunan performa dengan finis di posisi 11, 12, dan 14 dalam tiga musim berikutnya. Pada musim 2019–20, FC Eindhoven berada di posisi ke-13 ketika kompetisi dihentikan akibat pandemi COVID-19. Musim berikutnya mereka finis di posisi ke-15, sebelum mengalami peningkatan pada musim 2021–22 dengan finis di posisi ketiga dan kembali bermain di play-off promosi, namun kalah di putaran pertama dari Almere City dengan agregat 4–1.[4][6]
Hasil kemudian kembali menurun dengan finis di posisi ke-8 dan ke-14 dalam dua musim berikutnya, sebelum sedikit membaik dengan posisi ke-11 pada musim 2024–25.