Artikel ini berisi tentang perusahaan logistik asal Amerika. Untuk perusahaan teknologi asal Finlandia, lihat Exel Composites. Untuk bekas maskapai penerbangan asal Belanda, lihat Air Exel.
Exel dulu adalah sebuah perusahaan logistik dan rantai pasok yang beroperasi di Amerika Utara dan Eropa. Perusahaan ini menjadi anak usaha Deutsche Post sejak tahun 2005. Exel mencatatkan pendapatannya sebesar $4,2 miliar pada bulan Februari 2012.[1]
Sejarah
Perusahaan ini memulai sejarahnya dari sejumlah perusahaan manajemen transportasi dan gudang independen asal Amerika Serikat yang diakuisisi pada tahun 1985 oleh NFC plc (sebelumya bernama National Freight Corporation, sebuah bisnis transportasi hasil nasionalisasi asal Britania Raya yang dibentuk oleh Kabinet Attlee).[2]
Perusahaan tersebut lalu diubah namanya menjadi Exel dan kantor pusatnya untuk Amerika resmi didirikan di Westerville, Ohio pada tahun 1992. Pada tahun 2000, Exel telah tumbuh dan mengembangkan operasinya ke Kanada, Amerika Latin, dan Amerika Selatan. Portofolio solusinya meliputi manajemen transportasi, konsolidasi kargo, pengemasan kontrak, perencanaan permintaan, dan jasa rantai pasok lain.
Pada bulan Mei 2000, NFC plc bergabung dengan Ocean Group plc, dan resmi mengadopsi nama anak usahanya di Amerika, yakni Exel plc.[3] Pada bulan Agustus 2004, Exel plc resmi mengakuisisi Tibbett & Britten, sebuah penyedia jasa logistik kontrak terkemuka di Britania Raya dengan harga $710 juta.[4] Pada tanggal 14 Desember 2005, Deutsche Post mengumumkan bahwa mereka telah selesai mengakuisisi Exel plc.[5]
Pada bulan Januari 2016, Exel (North America) resmi mengubah namanya menjadi DHL Supply Chain: North America.[6]
Layanan Exel meliputi manajemen rantai pasok, pengantaran bahan baku ke pabrik, jasa di dalam pabrik, manufaktur, perakitan dan pengemasan, pergudangan dan pemenuhan pesanan, manajemen transportasi, pengantaran ke rumah dan bisnis, serta logistik terbalik.
Kontroversi
Pada bulan Agustus 2011, sekitar 400 pekerja asing muda di pusat distribusi utama untuk permen Hershey[7] yang dibawa ke Amerika Serikat melalui program visa "pertukaran budaya" J1 melakukan mogok kerja. Pusat distribusi yang terletak di Palmyra, Pennsylvania tersebut dijalankan oleh Exel untuk Hershey.[8] Exel lalu merekrut pekerja dari perusahaan lain, yakni SHS OnSite Solutions asal Lemoyne, Pennsylvania. Sementara pekerja asing muda yang mogok kerja direkrut oleh organisasi lain, yakni Council on Educational Travel (CETUSA).[9]
Pada tahun 2011, Komisi Kesempatan Kerja Setara atas nama Contrice Travis, menuntut Exel atas tuduhan diskriminasi seksual karena Exel diduga gagal mempromosikan mitra perempuan ke jabatan penyelia. Pada bulan Juli 2013, dalam persidangan selama empat hari di Atlanta, Georgia, juri mendengar bukti seperti "Mantan penyelia Travis bersaksi bahwa ia merekomendasikan Travis untuk menjadi penyelia, tetapi manajernya mengatakan bahwa ia tidak akan mempromosikan perempuan ke jabatan tersebut."[11]
Juri lalu memutuskan bahwa tuntutannya benar, dan memberikan Travis uang kompensasi sebesar $25.000 serta ganti rugi dan pembayaran gaji yang tertunda sebesar $475.000.[12]
↑Department of Labor News Release entitled, US Labor Department's OSHA cites 2 companies, proposes $288,000 in fines for workplace safety and health violations involving foreign students #12-O321-PHI, dated 13 February 2012