Etnark, pelafalan /ˈɛθnɑːrk/ adalah pemimpin suatu kelompok etnis atau negara yang homogen. Kata ini berasal dari bahasa Yunanἔθνοςcode: grc is deprecated (ethnos, "suku/bangsa") dan ἄρχωνcode: grc is deprecated (archon, "pemimpin/penguasa"). Strong's Concordance mendefinisikan "etnark" sebagia "gubernur (bukan raja) suatu distrik."[1]
Zaman kuno
Gelar ini pertama kali muncul di wilayah Timur Tengah yang terhelenisasi, kemungkinan di Yudea.[2] Dalam Kitab 1 Makabe, kata ini digunakan tiga kali (1 Makabe 14:47 dan 15:1-2) dengan menyebut Simon Thassi sebagai imam agung dan etnark Yudea.[3]
Istilah ini masih digunakan bahkan setelah kawasan ini jatuh ke tangan Romawi untuk menyebut penguasa kerajaan vasal yang tidak memiliki gelar yang setara raja. Contoh yang paling dikenal adalah Herodes Arkhelaus, anak Herodes, yang menjadi etnark Samaria, Yudea, dan Idumea (Edom, setelah kematian ayahnya pada tahun 4 SM hingga 6 M. Kawasan ini dikenal dengan nama Tetrarki Herodes. Saudaranya, Filipus, menerima wilayah timur laut dan bergelar Tetrark ("penguasa seperempat").[4] Sementara itu, wilayah Galilea diberikan kepada Herodes Antipas dan ia juga mendapatkan gelar Tetrark.[4] Maka dari itu, gelar Archelaus yang unik menjadikannya sebagai penguasa senior dengan pangkat yang lebih tinggi daripada saudara-saudaranya.
Sebelumnya, salah satu penguasa Hasmonea terakhir di Yudea yang bernama Hirkanus II juga bergelar etnark dan imam agung.
Kekaisaran Romawi Timur menggunakan istilah ini untuk menyebut penguasa suku barbar atau kerajaan di luar wilayah kekaisaran.[5] Pada abad ke-10, makna istilah ini berubah menjadi komandan berpangkat tinggi, dan kemungkinan mengacu kepada komandan tentara bayaran asing di Romawi Timur.[2]