Dalam pernyataan pertamanya, ia mengajak kerjasama pihak Yunani dan Turki. Terpilihnya Makarios sebagai presiden merupakan perubahan yang luar biasa, sebab ia pernah dideportasi tiga setengah tahun ke Seychelles oleh Inggris. Deportasi terjadi karena dia menolak untuk memungkiri kampanye kekerasan oleh teroris EOKA (Ethniki Organosis Kyprion Agoniston) yang bertujuan memerdekakan Siprus.