Esther Duflo tercatat sebagai penerima termuda Hadiah Nobel ekonomi. Dia perempuan kedua yang berhasil menerima Hadiah Nobel.
Duflo meneliti kebijakan SD inpres yang dibentuk oleh Presiden Soeharto dalam mengatasi kemiskinan. SD Inpres dibentuk berdasarkan instruksi presiden Nomor 10 tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD.[5][6]
Dalam risetnya, Duflo berhasil membuktikan bahwa pembangunan SD Inpres menyebabkan perubahan signifikan khususnya dalam meningkatkan pendidikan dan pendapatan masyarakat. Dalam penelitiannya, anak-anak usia 2 - 6 tahun di Indonesia pada 1974 menerima 0,12 hingga 0,19 tahun lebih banyak pendidikan, untuk setiap sekolah yang dibangun per 1.000 anak di wilayah kelahiran mereka.
Dari risetnya, Duflo mendapatkan kesimpulan bahwa kebijakan ini sukses 'meningkatkan' ekonomi. Bahkan pengembalian ekonomi sekitar 6,8 persen hingga 10,6 persen.[7]
Hasil penelitian ini diterbitkan di bulan Agustus tahun 2000 dengan judul "Schooling and Labor Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from An Unusual Policy Experiment" atau "Konsekuensi Sekolah dan Pasar Tenaga Kerja dari Pembangunan Sekolah di Indonesia: Bukti dari Eksperimen Kebijakan yang Tidak Biasa".