Di beberapa bagian daerah di Indonesia, utamanya Jawa dan Madura, ulat entung dikumpulkan untuk kemudian diolah menjadi bahan tumisan, sayur lodeh, sayur asem-asem, balado, rempeyek, keripik, dan rica-rica.[1] Kadar proteinnya cukup tinggi, yaitu 15-20 persen. Namun harus diperhatikan bahwa beberapa orang bisa mengalami alergi dari memakan ulat ini.[2]