Eko adalah alumnus program studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga (UNAIR). Ia lulus pada tahun 2009. Pada saat kuliah, ia pernah menjadi ketua unit kegiatan mahasiswa (UKM) Teater di Universitas Airlangga (UNAIR). [3]
Karier
Saat ini, Eko bekerja sebagai seorang wartawan dan penulis karya sastra. Selama menjadi wartawan, ia pernah mendapatkan tugas untuk meliput di kapal induk Amerika yang bersandar di Tanjung Perak untuk latihan bersama TNI AL. Selama bertugas, Eko turut ikut tinggal di kapal yang berlayar menuju bagian selatan pulau Sulawesi. Tidak hanya itu, Eko juga pernah dikirim ke Pulau Kyushu, Jepang untuk meliput agenda Pemerintah Kota Surabaya yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kitakyushu Prefektur Fukuoka dalam hal pengelolaan limbah dan sampah.[3]
Sebagai penulis karya sastra, Eko telah melahirkan beberapa karya baik itu cerita pendek (cerpen) maupun novel. Pada tahun 2015, Eko telah menerbitkan kumpulan cerpen berjudul Ladang Pembantaian yang diterbitkan oleh Pagan Press. Kemudian, pada tahun 2021, ia kembali menerbitkan kumpulan cerpen berjudul Revolusi Nuklir yang diterbitkan oleh BasaBasi. Lalu, pada tahun 2022, ia menerbitkan novel berjudul Anak Gunung yang diterbitkan oleh Pelangi Sastra.[3]Sebagai seorang wartawan dan sastrawan, Eko memiliki beberapa tokoh yang menginspirasinya untuk terus melahirkan karta tulis. Mereka adalah Pramoedya Ananta Toer dan Ernest Hemingway. [3]