Sebelum bekerja di PT Kereta Api Indonesia, Edi adalah karyawan PLN. Setelah menjadi Direktur Aset di PT Kereta Api. Ia membawahi kurang lebih 120 karyawan. Usaha yang dilakukan adalah penertiban aset-aset PT KAI, dan penelusuran data aset. Untuk mendapatkan data-data yang hilang, PT KAI mengirimkan karyawan untuk mencari data hingga ke Belanda.
Pada masa kepemimpinannya juga, KAI mengalami peremajaan besar-besaran dalam hal sarana, ditandai dengan pengoperasian kereta penumpang berjenis new image dan baja nirkarat, yang dirilis pada kurun waktu 2016 hingga 2019. Selain itu, KAI juga meluncurkan kereta mewah berjenis Sleeper dan Luxury pada tahun 2018.[2]
Edi diberhentikan dari jabatan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada 8 Mei 2020 dan digantikan oleh Didiek Hartantyo.[3]
Kontroversi
Edi Sukmoro mendapatkan perhatian publik setelah dirinya menaiki bangku di atas sebuah rakit buatan di tengah banjir yang dangkal dan didorong oleh karyawan PT KAI saat meninjau Depo Bukit Duri.[4]
Selain itu pada masa kepemimpinannya, PT KAI dikritik karena kerap melakukan modifikasi rangkaian KRD menjadi Kereta Inspeksi. Hal ini mengakibatkan kekurangan sarana pada pengoperasian beberapa kereta api lokal.[5]