Dua Puluh Empat Sejarah (Hanzi:二十四史; Pinyin:Èrshísì Shǐ; Wade–Giles:Erhshihszu Shih) adalah sekumpulan buku sejarah Tiongkok yang menjabarkan periode dari tahun 3000 SM hingga masa Dinasti Ming pada abad ke-17. Dalam kumpulan ini terdapat 3213 volume dan sekitar 40 juta kata. Dua Puluh Empat Sejarah merupakan salah satu sumber sejarah Tiongkok yang paling penting.
Struktur penulisan kitab sejarah mengikuti kaidah yang ditetapkan oleh sejarahwan Dinasti HanSima Qian, walaupun struktur tersebut tidak dijadikan sebagai standar sampai beberapa lama kemudian. Sejak Dinasti Tang, setiap dinasti memiliki kantor resmi untuk mencatat sejarah dinasti sebelumnya dengan menggunakan laporan resmi istana untuk menggaitkan sejarah dinasti yang berkuasa dengan dinasti sebelumnya sampai dengan zaman yang paling awal. Sampai dengan catatan yang disunting pada Dinasti Qing, catatan sejarah Tiongkok memiliki 3,213 volume dan 40 juta kata. Sumber ini merupakan salah satu sumber penting dalam sejarah dan budaya Tionghoa.[1]
Istilah Dua Puluh Empat Sejarah diresmikan pada 1775, yakni pada masa 40 tahun kekuasaan Kaisar Qianlong. Hal ini karena volume terakhir Sejarah Ming dan set lengkap sejarah Tiongkok dikerjakan dan diselesaikan. Namun, ada upaya untuk memperluas kumpulan sejarah Tiongkok dengan permintaan Presiden Xu Shichang pada 1921 untuk menulis kembali sejarah Dinasti Yuan dan komunitas akademisi Tiongkok sedang memperkerjakan penulisan sejarah Dinasti Qing. Jika kedua kitab sejarah tersebut diselesaikan dan ditetapkan sebagai sejarah resmi, maka istilah ini akan berubah menjadi "Dua Puluh Enam Sejarah.
Terdapat upaya untuk menghasilkan sejarah tradisional baru setelah jatuhnya dinasti Qing, tetapi upaya-upaya tersebut tidak pernah mendapatkan penerimaan luas sebagai bagian dari kanon sejarah resmi atau tetap belum selesai.
Pada 1961, untuk memeringati 50 tahun deklarasi Republik Tiongkok, pemerintah Tiongkok di Taiwan mempublikasikan Sejarah Dinasti Qing, menambahkan 21 bab dalam Draft Sejarah Qing serta merevisi beberapa bab yang berkonotasi menjelekkan sistem republik serta Revolusi Xinhai serta menambah beberapa bagian untuk mengejek Partai Komunis Tiongkok dan menyatakan bahwa Republik Rakyat Tiongkok bukanlah pemerintah Tiongkok yang sah.[4] Edisi ini tidak diterima sebagai sejarah Dinasti Qing yang sah karena berkonotasi politik dan juga dikerjakan secara buru-buru. Karya tersebut juga tidak membenarkan kesalahan-kesalahan yang termuat di Draft Sejarah Qing.[5]
Proyek tambahan, yang berupaya menulis Sejarah Baru Dinasti Qing yang menggabungkan materi baru dan peningkatan dalam historiografi, berlangsung dari tahun 1988 hingga 2000. Hanya 33 bab dari 500 bab yang direncanakan yang berhasil diterbitkan.[5] Karya ini kemudian tidak dilanjutkan karena berkuasanya Chen Shui-bian dan Partai Progresif Demokrat yang berhaluan separatisme dari Tiongkok daratan yang berargumen bahwa Taiwan tidak memiliki kewajiban untuk menulis sejarah Tiongkok.
Pada 1961, Tiongkok juga mencoba menulis sejarah Qing, tetapi sejarahwan tidak menyelesaikan naskah tersebut akibat dampak Revolusi Kebudayaan.[6] Pada 2002, mereka mencoba lagi untuk menulis sejarah Qing.[7]Partai Komunis Tiongkok memberi izin untuk memperkerjakan proyek sejarah tersebut[8] serta menunjuk Dai Yi sebagai pemimpin proyek.[9] Awalnya proyek ini diperkirakan selesai pada 10 tahun,[10] namun proyek tersebut mengalami beberapa penundaan, sehingga penyelesaian draf pertama baru selesai pada tahun 2016. Chinese Social Sciences Today melaporkan pada April 2020 bahwa hasil proyek tersebut sedang ditinjau.[11] Namun pada 2023, draf tersebut dilaporkan telah ditolak,[12] dan ada rumor bahwa proyek tersebut dibatalkan pada waktu yang tidak ditentukan.[13]
↑Wilkinson, Endymion (2012). Chinese history: a new manual. Cambridge, MA: Harvard University Asia Center. hlm.834–835. ISBN978-0-674-06715-8.
↑Yue, Huairang (3 April 2019). 新修《清史》已进入稿件通读阶段,预计今年出版问世. Pengpai Xinwen 澎湃新闻 (dalam bahasa Tionghoa). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 April 2019.
↑Mao, Liping; Ma, Zhao (2012). ""Writing History in the Digital Age": The New Qing History Project and the Digitization of Qing Archives". History Compass. 10 (5): 367–374. doi:10.1111/j.1478-0542.2012.00841.x.
↑Chéng, Chóngdé (3 January 2021). 戴逸先生与清史纂修前的准备工作. Guangming 光明 (dalam bahasa Tionghoa).
↑Ji Xiaohua (紀曉華) (2023-11-07). 中國觀察:未通過政審 《清史》觸礁[China Watch: "History of Qing" failed to pass political review and has hit a snag]. Singtao USA (dalam bahasa Tionghoa).
↑自由時報電子報 (2023-11-09). 清史編纂紛擾持續 傳未通過中國政審[Controversy over compilation of Qing history continues, rumored to have failed to pass China’s political review]. 自由時報電子報 (dalam bahasa Tionghoa). Freedom Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 November 2023. Diakses tanggal 2023-11-24.