Telenovela Turki atau dizi, (bahasa Turki:Türk dizilericode: tr is deprecated ) adalah serial yang diproduksi dari Turki.
Dibawakan dalam Bahasa Turki, serial Turki merefleksikan budaya Turki dan sering dianggap sebagai salah satu "ekspor budaya" dan ekonomi utama negara ini.[1][2] Sejak periode 2000-an, drama Turki berkembang pesat dan didistribusikan ke banyak negara, yang membuat Turki menjadi pengekspor serial televisi terbesar kedua (setelah AS) di periode 2010-an, menggantikan Mexico dan Brazil.[1][2][3] Penyebaran serial Turki yang luas ikut mendongkrak citra negara ini di Asia, Eropa, Amerika Latin, dan Afrika Utara.[4][5]
Biasanya serial Turki sejak 1990-an diproduksi di Istanbul.[6] Beberapa saluran yang banyak memproduksi serial drama Turki seperti TRT, Kanal D, Show TV, Star TV, ATV, Now, TV8, and Kanal 7.[7] Banyaknya saluran yang memproduksinya tersebut membuat adanya kompetisi yang ketat antar-stasiun untuk meraih pemirsa. Hal ini membuat banyak serial (50%) yang hanya bertahan sampai 13 episode, dikalahkan drama-drama yang berkualitas tinggi maupun telah berjalan lama.[8] Satu episode drama Turki untuk televisi biasanya berdurasi 2 atau 2,5 jam, tidak termasuk iklan.[9]
Çalıkuşu merupakan drama Turki pertama yang disiarkan di luar negeri, saat itu ke Uni Soviet.[10][11] Di negara lainnya, drama-drama Turki biasanya disulih suarakan atau diberi takarir. Dengan populernya drama Turki ikut meningkatkan pariwisata ke Turki, karena para penggemarnya ingin ikut melihat lokasi dan produksi serial kegemaran mereka.[12] Meningkatnya popularitas drama Turki di banyak negara sejak 2000-an telah menjadi rujukan bagi sejumlah penelitian tentang fenomena sosial.[13]
Drama Turki di Indonesia
Drama Turki pertama yang muncul di layar kaca Indonesia adalah Aşk-ı Memnu (Forbidden Love) yang tayang di MNCTV pada Juni 2011. Sayang, serial ini hanya bertahan selama beberapa episode karena rating yang rendah pada saat itu. Sisa episodenya kemudian ditayangkan di Vision 2 Drama yang merupakan saluran in-houseIndovision.[14] Drama Turki baru menjamur di berbagai stasiun televisi sejak Desember 2014, diawali oleh ANTV dengan drama kolosal berjudul Muhteşem Yüzyıl atau Abad Kejayaan. Meskipun jam tayangnya ada di malam hari, tetapi ratingnya saat itu sangat tinggi (mencapai 17,6). Sedangkan SCTV mencoba menyangkan serial bertema romansa dalam Elif yang tayang di siang hari, dengan hasil yang sama memuaskannya.[15]
Melihat keberhasilan ANTV dan SCTV tersebut, berbagai stasiun televisi berlomba-lomba menayangkan drama Turki di layar kaca Indonesia. Meskipun tidak semuanya menuai hasil positif, dan seperti cara kerja stasiun TV pada umumnya, penayangannya berhenti di tengah jalan.[16] Pada puncak kejayaannya, menurut data Nielsen, pemirsa Indonesia mampu meluangkan waktu 31 menit untuk menikmati drama Turki, dibanding sinetron yang hanya 18 menit.[15] Popularitas drama Turki pun menggeser sinetron maupun sejumlah drama asing seperti K-Drama dan serial India.[17] Menurut kantor berita Turki Anadolu Agency, popularitas serial Turki salah satunya ditunjang persamaan agama mayoritas kedua negara. Serial Turki dinilai berhasil menghadirkan tayangan yang tetap menjunjung nilai-nilai moral, dengan penokohan yang sama idealnya seperti serial Barat.[15]
Namun, tren drama Turki di Indonesia bisa dikatakan hanya seumur jagung. Memasuki 2017-2018 hanya sedikit stasiun TV yang masih setia untuk menyangkan drama Turki. Beberapa drama Turki kemudian muncul di tvOne[18] dan NET.,[19] meskipun umumnya tidak bertahan lama. Baru pada 2024-2025 ANTV dan SCTV mencoba menjajaki drama Turki kembali, dimana SCTV dengan Ceylan (Kuma: Istri Kedua)[20] dan ANTV dengan Bana Sevmeyi Anlat (Takdir Cinta Layla).[21]
Berikut daftar drama Turki yang pernah ditayangkan di Indonesia.
Daftar ini belum tentu lengkap. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. (September 2025)