Pada awal abad ke-19, mata uang yang paling umum digunakan di Hindia Timur adalah dolar Spanyol. Uang koin yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat adalah keping Trengganu, keping Kelantan, dan dolar Penang. Pada tahun 1837, rupee India ditetapkan sebagai mata uang tunggal di Negeri-Negeri Selat karena wilayah ini dikelola sebagai bagian dari India Britania. Meskipun demikian, dolar Spanyol tetap saja beredar dan pada 1867, pengelolaan Selat dpisahkan dari India dan dolar dijadikan sebagai mata uang standar.
Dari tahun 1898, dolar Selat diterbitkan oleh Dewan Komisaris Mata Uang, dan bank swasta dilarang menerbitkan uang kertas. Dolar Selat kemudian digantikan oleh dolar Malaya pada tahun 1939, dengan nilai setara. Saat ini, Brunei dan Singapura masih menggunakan dolar sebagai alat tukar, meskipun Malaysia telah menggantinya dengan ringgit pada 1973.
Penggunaan
Mata uang standar di Hindia Belanda
Dolar Selat digunakan sebagai mata uang standar pada daerah-daerah di Hindia Belanda yang berada di luar Pulau Jawa. Penggunaan Dolar Selat di Hindia Belanda dilakukan oleh penduduk yang bekerja pada kawasan perkebunan karet di wilayah Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan Kalimantan Selatan. Dolar Selat digunakan pada daerah-daerah tersebut karena terhubung dengan jalur perdagangan yang berpusat di Singapura. Penggunaan Dolar Selat juga berlaku di Aceh dan pantai timur Sumatera yang terhubung dengan jalur perdagangan di Pulau Pinang.[2]
Referensi
↑Linzmayer, Owen (2013). "Straits Settlements". The Banknote Book. San Francisco, CA: www.BanknoteNews.com.
↑Dick, Howard (2011). "Ekonomi Indonesia pada Tahun 1950an: Kurs Beraneka, Jaringan Bisnis serta Hubungan Pusat-Daerah". Dalam van Bemmelen. S., dan Raben, R. (ed.). Antara Daerah dan Negara: Indonesia Tahun 1950-an (Pembongkaran Narasi Besar Integrasi Bangsa). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia & KITLV‑Jakarta. hlm.44–45. ISBN978‑979‑461‑772‑4.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
Didahului oleh: Rupee India Alasan: Pemisahan administrasi dari India