Dinasti Hasmoni[1] (Ibrani: חַשְׁמוֹנָאִיםcode: he is deprecated Ḥašmōnāʾīm; Yunani: Ασμοναϊκή δυναστείαcode: el is deprecated ; bahasa Inggris:Hasmonean dynastycode: en is deprecated ) adalah dinasti Yahudi yang memerintah Yudea selama masa Helenistik dari Periode Bait Suci Kedua (bagian dari zaman kuno klasik), dari sekitar tahun 141 SM hingga 37 SM. Para penguasa Hasmoni mengambil gelar Yunani basileus ("raja") dan kerajaan ini berhasil mencapai status sebagai kekuatan regional dalam beberapa dekade. Antara sekitar tahun 141 dan 116 SM, dinasti ini memerintah Yudea secara semi-otonom di dalam Kekaisaran Seleukia. Seiring dengan merosotnya kekaisaran tersebut sejak sekitar tahun 110 SM, Kerajaan Hasmoni mendapatkan otonomi yang lebih luas dan memperluas wilayah kekuasaannya ke daerah-daerah sekitarnya, seperti Perea, Samaria, Idumea, Galilea, and Iturea. Para pasukan Republik Romawi mengintervensi dalam perang saudara Hasmoni pada tahun 63 SM, membuat kerajaan tersebut menjadi sebuah negara bawahan dan menjadi titik awal dari kemunduran permanen kekuasaan Hasmoni. Herodes Agung menggeser penguasa-bawahan Hasmoni terakhir pada tahun 37 SM.
Runtuhnya Kekaisaran Seleukia secara bertahap akibat serangan dari kekuatan baru Republik Romawi dan Kekaisaran Partia memungkinkan Yudea untuk merebut sebagian otonominya. Namun, pada tahun 63 SM, Kerajaan Hasmoni diinvasi oleh Republik Romawi, wilayahnya dipecah-belah, dan dijadikan negara bawahan Romawi. Hirkanus II dan Aristobulus II, para cicit Simon, menjadi pion-pion dalam perang proksi antara Yulius Kaisar dan Pompeius. Kematian Pompeius (48 SM) dan Yulius Kaisar (44 SM), dan perang saudara Romawi yang menyertainya, sempat melonggarkan cengkeraman Roma terhadap Kerajaan Hasmoni. Hal ini memungkinkan penegakan otonomi secara singkat yang didukung oleh Kekaisaran Partia, yang kemudian dengan cepat dihancurkan oleh Romawi di bawah pimpinan Markus Antonius dan Augustus.
Dinasti Hasmoni bertahan selama 103 tahun sebelum akhirnya digeser oleh Dinasti Herodes pada tahun 37 SM. Penunjukkan Herodes Agung (seorang Idumea) sebagai raja pada tahun 37 SM menjadikan Yudea sebagai negara bawahan Romawi dan menandai akhir dari Dinasti Hasmoni. Meskipun demikian, Herodes berusaha memperkuat legitimasi pemerintahannya dengan menikahi seorang putri Hasmoni, Mariamne I, dan merencanakan pembunuhan pewaris laki-laki Hasmoni terakhir dengan cara ditenggelamkan di istana Yerikhonya. Pada tahun 6 M, Romawi menggabungkan Yudea, Samaria, dan Idumea menjadi provinsi Romawi Yudea. Lalu, pada tahun 44 M, Romawi memberlakukan pemerintahan prokurator Romawi yang berkuasa berdampingan dengan raja-raja keturunan Herodes (khususnya Agripa I 41–44 dan Agripa II 50–100).
Bentwich, Norman. "Josephus". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-12. Diakses tanggal 2007-01-18. Philadelphia:Jewish Publication Society of America, 1914.