Dia Bukan Ibu adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Randolph Zaini dan ditulis oleh Titien Wattimena, Randolph Zaini dan Beta Inggrid Ayu Ningtyas, berdasarkan sebuah thread viral karya Jeropoint di X.[1] Film ini dibintangi oleh Artika Sari Devi, Aurora Ribero, dan Ali Fikry, dengan alur cerita mengenai Vira beserta keluarganya yang baru saja pindah ke kota baru bersama keluarganya dan membuka salon demi memulai hidup baru.
Dia Bukan Ibu tayang perdana di Fantastic Fest 2025 dan dirilis di bioskop pada 25 September 2025, serta ditayangkan di Netflix pada 5 Februari 2025.[2][3]
Plot
Vira dan adiknya, Dino, tinggal bersama ibunya Yanti, setelah perceraian orang tua mereka. Mereka pindah ke sebuah rumah tua yang ada di pinggiran kota. Awalnya, kehidupan keluarga kecil ini berjalan normal. Yanti bahkan terlihat semakin rapi, bersemangat, dan mulai membuka usaha kecil berupa salon. Namun di balik perubahan itu Vira dan Dino perlahan-lahan menemukan banyak hal yang tidak biasa. Sikap Yanti kerap berubah drastis. Amarahnya muncul tiba-tiba, dan ada tingkah laku yang terasa asing, seolah ia bukan sosok ibu yang mereka kenal.[4] Sejak hari pertama salon dibuka, secara misterius banyak pengunjung berdatangan untuk potong rambut.
Suatu hari Vira dan Dino menemukan sebuah rumah tua yang tidak berpenghuni. Di sana mereka melihat penampakan seorang wanita yang tiba-tiba muncul mengejar mereka. Setelah tenang, mereka baru menyadari bahwa wanita tersebut adalah ibu mereka sendiri. Keesokan harinya, Vira melihat seorang wanita sedang memotong seekor kucing di dapur. Kecurigaan semakin besar ketika Dino mulai melihat sosok wanita yang tiba-tiba menghilang di depan rumah dan menyaksikan gelagat ibunya yang makin tidak wajar. Setelah Yanti membuat kacamata baru untuk Dino, dia berkencan dengan pemilik toko optik bernama Heru. Setelah seharian tidak pulang, Yanti pulang dengan jejak darah di bibirnya. Sejak itu, salon Yanti semakin ramai dikunjungi oleh para pria yang seringkali menginap. Ketegangan memuncak saat Yanti mencibir dan mengkritik Dino saat makan malam akibat kacamata barunya yang pecah dan memaksanya untuk minum susu. Vira segera menuju ke rumah paman Jamal dan menemukan Yanti berada di situ. Yanti meminta maaf dan berjanji akan pergi ke psikiater demi anak-anaknya. Setelah Yanti dan Jamal mengaku telah berobat, Vira dan Dino menkonfirmasinya ke psikiater dan menemukan bahwa ternyata Jamal dan Yanti selama ini tidak pernah berobat, melainkan ke seorang dukun. Demi bisa bertahan setelah perceraiannya dengan suaminya, Yanti ternyata dipasangi susuk di rahimnya. Gara-gara susuk tersebut, tubuh Yanti seringkali dikuasai oleh seorang jin. Mereka mendatangi dukun yang memasang susuk tersebut dan memintanya untuk melepaskannya dari tubuh Yanti. Proses pelepasan susuk berhasil, dan mereka menganggap Yanti telah menjadi dirinya sendiri sepenuhnya. Merasa lega semua telah berakhir, mereka meminta agar Jamal terus tinggal bersama mereka sejak hari itu.
Keesokan harinya, Jamal menghilang dari rumah. Vira mencarinya ke rumahnya dan mencoba menelponnya. Pada saat Vira mencoba menelponnya, dia mendengar suara dering telpon di rumah tak berpenghuni. Di sana, ia menemukan beberapa mayat pria yang menjadi korban jin yang merasuki ibunya, termasuk Jamal. Vira segera berlari pulang dan menemukan bahwa kedua mata Dino yang penuh darah. Yanti dengan cepat pun segera menyergap Vira dan mengikatnya. Saat Yanti hendak membunuh Vira, terlihat di cermin arwah Yanti sedang mencoba menahan jin tersebut untuk melakukannya. Vira menggunakan kesempatan itu menusuk Yanti dan membunuhnya. Arwah Yanti kemudian memeluknya sebagai tanda perpisahan.
Setelah sebelumnya pernah memfilmkan Di Ambang Kematian, MVP Pictures kembali membuat film dari thread viral dari akun Jeropoint di X.[5]Dia Bukan Ibu juga menjadi proyek kembalinya Artika Sari Devi setelah 5 tahun vakum dari layar lebar. Dalam pembuatan film ini, Artika Sari Devi, yang berperan sebagai Yanti, harus menjalani proses prostetik sampai lima jam setiap harinya, termasuk penggunaan lensa kontak khusus untuk membangun karakter visual yang menakutkan.[6] Artika Sari Devi juga diminta belajar bela diri dan menghafal koreografi tarung untuk sejumlah adegan.