Denny menghabiskan masa kanak-kanak di Bandung, kemudian melalui masa remaja di Jakarta. Selanjutnya, ia pindah ke Surabaya bersama kedua orang tuanya dan menempuh pendidikan tinggi di sana.
Karier
Sejak masa kuliah, ia sudah bekerja di beberapa radio. Ilmu jurnalistik ia dapatkan di Radio Suara Surabaya. Ia kemudian pindah ke Bali untuk melihat kehidupan yang berbeda, dan sempat meraih penghargaan The Best National Sales di perusahaan multinasional.
Kemudian, Denny kembali ke Surabaya, membuat sebuah perusahaan di bidang hiburan. Ia juga aktif membangun beberapa stasiun radio di Jawa Timur, satu di antaranya adalah Radio Pendidikan di Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Ia juga aktif berdebat di ruang-ruang yang membahas masalah agama dan mazhab. Pengetahuannya itu kemudian ia tuliskan dalam status-status dengan bahasa sederhana.[4]
Denny aktif di media sosial, terutama di platform Twitter dan Instagram. Ia menggunakan platform ini untuk berbagi pandangan mengenai berbagai isu sosial dan politik di Indonesia.
Denny dikenal sebagai pegiat media sosial yang aktif berbagi pandangan tentang isu-isu sosial dan politik di Indonesia. Ia juga sering kali membuat kontroversi dengan tulisannya yang kontroversial, seperti "Surat Cinta Untuk ISIS" di Facebook.[6]
Karya tulis
Buku
Ngopi Bareng Denny Siregar: Tuhan dalam Secangkir Kopi (2016)