Sinopsis
Mengambil latar cerita pada tahun 1972[5] di desa terpencil yang terletak di distrik Dan Makham Tia Provinsi Kanchanaburi, salah satu provinsi di Thailand bagian barat, film ini berpusat pada keluarga yang beranggotakan delapan orang — kedua orang tua, tiga putra bernama Yak, Yos, dan Yod, serta tiga putri bernama Yad, Yam, dan Yee. Saat itu, Nart, seorang gadis dari desa mereka, meninggal dengan cara yang mengerikan setelah sakit dalam waktu yang lama.
Suatu hari, ketiga putri tersebut yang sedang dalam perjalanan sepulang sekolah sempat melihat hantu wanita berpakaian hitam muncul di bawah pohon. Kemudian, Yam segera jatuh sakit setelah melihat seorang wanita tua aneh selama tamasya keluarga ke taman hiburan. Tak berapa lama, Yak kembali dari dinas militer setelah merasakan ada sesuatu yang tidak beres di rumahnya. Kondisi Yam pun memburuk dan mulai berperilaku aneh seolah ia menjadi seseorang yang berbeda.
Suatu malam, anak-anak lain melihat Yam mengalami kesurupan dan meninggalkan rumah. Ketika mereka mencoba mengikutinya, mereka mendengar bisikan menakutkan yang menyebabkan diri mereka mengantuk. Yak kemudian menaruh tangannya di atas api dan Yad menggigit dirinya sendiri untuk memaksa diri mereka tetap sadar serta membangunkan yang lain lalu berhasil membawa Yam kembali. Suatu hari, Chauy, wanita tua aneh yang dilihat Yam sebelumnya, masuk ke rumah mereka dan menyerang Yam serta berhasil mencabut salah satu gigi Yam sebelum ibu mereka mengusirnya.
Yak mengetahui dari temannya Sarge bahwa Yam dikuasai oleh roh jahat yakni hantu berpakaian hitam. Mereka lalu pergi ke gubuk Chauy dan melihatnya melakukan ritual untuk menjadikan Yam sebagai tuan rumah baru bagi roh jahat tersebut sebelum ia bunuh diri. Karena tidak punya pilihan lain, keluarga tersebut memanggil seorang pendeta bernama Puth untuk meminta bantuan. Ia memerintahkan keluarga tersebut untuk menebang pohon bambu di dekat rumah mereka. Mereka lalu menemukan organ dalam manusia di pohon tersebut, termasuk jantung yang masih berdetak dan kemudian membakar semuanya. Yak, Yod, Yad, dan ibu mereka membawa Yam ke rumah sakit terdekat dengan truk mereka, dengan Sarge dan Puth menemani mereka. Ayah mereka, Yos, dan Yee tetap di rumah.
Selama perjalanan mereka ke rumah sakit, mereka diserang oleh kekuatan supranatural yang menyebabkan mereka mengalami halusinasi. Yak kehilangan kendali atas kemudi ketika Yam yang kerasukan mulai berbisik lagi sehingga membuatnya mengantuk dan menyebabkan truk mereka kecelakaan hingga menewaskan Puth. Setelah kesadaran Yak sadar, ia menghadapi Yam yang sedang kerasukan, yang menggunakan pistolnya untuk menembak Sarge serta mengancam akan membunuh anggota keluarga mereka yang sedang tidak sadarkan diri. Yad lalu terbangun dan menusuk lengan Yam dengan pisau sehingga roh jahat tersebut meninggalkan tubuhnya untuk sementara waktu. Yak kemudian mengambil kembali pistolnya dan membunuh roh jahat itu dengan menembaknya.
Di rumah sakit, Yam tampak pulih dengan baik sampai ia tiba-tiba mengucapkan selamat tinggal kepada Yad dan mulai mencabut giginya. Anggota keluarga lainnya pun bergegas masuk dan mencoba menghentikannya, tetapi sudah terlambat karena tubuh Yam membengkak hingga darah menyembur keluar dari seluruh lubang tubuhnya. Yad sejenak melihat roh jahat di luar jendela. Setelah pemakaman Yam, Yak pergi ke pohon tempat ketiga putri itu pertama kali melihat roh jahat lalu membakarnya sambil mengatakan bahwa semuanya belum berakhir.